Koran Jogja – Mengisi Ramadan 1447 H dengan kegiatan yang berdampak langsung bagi masyarakat, SMP Negeri 3 Girimulyo mengerahkan 147 siswanya untuk ambil bagian sebagai relawan di tempat ibadah sekitar rumah masing-masing. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Smart Ramadan Aksi Nyata Santri Giga yang menekankan nilai Sholeh, Mandiri, Aktif, Religius, dan Terpuji.
Kepala SMP Negeri 3 Girimulyo, Henri Saputro, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa program tersebut dirancang sebagai strategi pembelajaran kontekstual yang mengedepankan pembentukan karakter. Menurutnya, Ramadan menjadi momen yang tepat untuk menanamkan nilai spiritual sekaligus kepekaan sosial melalui praktik langsung di tengah masyarakat.
“Kami ingin siswa belajar dari pengalaman nyata. Ketika mereka terlibat langsung membantu kegiatan masjid, di situlah nilai tanggung jawab, empati, dan kepedulian sosial tumbuh secara alami,” ujarnya.
Pelaksanaan kegiatan yang dimulai pada 26 Februari 2026 itu mengusung konsep kedekatan wilayah. Siswa ditempatkan di masjid atau musala terdekat sehingga pelaksanaannya lebih efektif dan tidak menambah beban keluarga, baik dari sisi biaya maupun transportasi.
Koordinator Program, Dwi Rahayu, S.Pd, menyampaikan bahwa ragam tugas yang dijalankan siswa cukup luas. Mereka membantu menjaga kebersihan area ibadah, membersihkan tempat wudu dan sanitasi, menjadi muadzin, mendampingi kegiatan TPA, hingga terlibat dalam persiapan konsumsi berbuka puasa bersama.
“Setiap siswa diberi kesempatan berkontribusi sesuai kemampuannya. Dengan cara ini, mereka belajar menghargai peran sekecil apa pun dalam kehidupan bermasyarakat,” jelasnya.
Dari perspektif kurikulum, Rini Winingsih, S.Pd., menegaskan bahwa kegiatan ini terintegrasi dalam skema kokurikuler. Seluruh guru dilibatkan untuk memastikan bahwa pengalaman lapangan tersebut tetap memiliki arah pembelajaran yang jelas.
“Program ini memperkuat profil lulusan yang kami harapkan. Siswa tidak hanya berkembang secara akademis, tetapi juga terlatih dalam kepemimpinan, komunikasi, dan kepedulian sosial,” terangnya.
Sebagai bentuk akuntabilitas, sekolah menerapkan sistem monitoring berkala. Para siswa diwajibkan membuat laporan reflektif disertai dokumentasi kegiatan. Koordinasi dengan takmir masjid dan tokoh masyarakat juga dilakukan agar pelaksanaan kegiatan berjalan tertib dan benar-benar memberi manfaat. (*)
