6 Manfaat Bayam Bagi Kesehatan, Menurut Ahli Gizi

by

Koran Jogja – Dari semua sayuran berdaun hijau, bayam adalah salah satu yang paling serbaguna. Sayuran ini bisa menjadi smoothie, menikmati salad bayam dingin, mengukus dan menumis bayam segar, menambahkannya ke tumisan, dan bahkan memadukannya ke dalam makanan panggang seperti brownies.

Bayam juga memiliki banyak manfaat kesehatan, dan Anda dapat dengan mudah memasukkannya ke dalam makanan Anda.

Berikut adalah enam manfaat makan lebih banyak tanaman pelindung yang kuat ini, dan cara sederhana untuk memasukkannya ke dalam makanan dan camilan.

Bayam kaya nutrisi

Tiga cangkir bayam mentah hanya menyediakan 20 kalori, tanpa lemak, 2 gram protein, dan 3 gram karbohidrat dengan 2 gram sebagai serat (jadi 1 gram karbohidrat bersih).

Meskipun memiliki sedikit kalori, bayam dikemas dengan nutrisi. Porsi tiga cangkir menyediakan lebih dari 300% kebutuhan harian akan vitamin K yang mendukung tulang.

Bayam juga menyediakan lebih dari 160% kebutuhan harian untuk vitamin A, dan sekitar 40% untuk vitamin C, yang keduanya mendukung fungsi kekebalan dan meningkatkan kesehatan kulit. .

Bayam juga mengandung 45% kebutuhan harian folat, vitamin B yang membantu pembentukan sel darah merah dan DNA. Dan bayam memasok 15% dari tujuan harian untuk zat besi dan magnesium, 10% untuk potasium, dan 6% untuk kalsium, bersama dengan sejumlah kecil vitamin B lainnya.

Bayam kaya akan antioksidan

Selain banyak vitamin dan mineralnya, bayam menyediakan antioksidan yang terkait dengan anti-peradangan dan perlindungan penyakit.

Ini termasuk kaempferol, flavonoid yang terbukti mengurangi risiko kanker, serta memperlambat pertumbuhan dan penyebarannya. Yang lain, yang disebut quercetin, telah dikaitkan dengan kemungkinan efek perlindungan pada memori serta penyakit jantung dan diabetes tipe 2.

Bayam adalah makanan fungsional

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Food & Function, para peneliti merangkum efek perlindungan bayam, berdasarkan aktivitas fitokimia dan senyawa bioaktif alaminya.

Mereka menyatakan bahwa zat yang berasal dari bayam ini dapat mengurangi stres oksidatif, kerusakan DNA, dan penyakit.

Bayam juga mampu secara positif mempengaruhi ekspresi gen yang terlibat dalam metabolisme dan peradangan. Selain itu, memicu pelepasan hormon kenyang, yang bisa membuat Anda merasa lebih kenyang dan puas.

Untuk alasan ini, para peneliti menyimpulkan bahwa makan lebih banyak bayam dapat membantu menangkis penyakit jantung, kanker, diabetes tipe 2, dan obesitas.

Bayam mendukung kesehatan otak

Efek anti-inflamasi bayam menjadikannya pesaing utama untuk melindungi otak, terutama dengan penuaan. Dalam satu penelitian, para peneliti melacak pola makan dan kemampuan kognitif lebih dari 950 orang dewasa yang lebih tua selama sekitar lima tahun.

Mereka melihat penurunan yang signifikan dalam tingkat penurunan kognitif di antara mereka yang mengonsumsi sayuran berdaun hijau dalam jumlah yang lebih besar.

Data menunjukkan bahwa orang yang makan satu hingga dua porsi sayuran berdaun hijau setiap hari memiliki kemampuan kognitif yang sama dengan seseorang yang 11 tahun lebih muda daripada mereka yang tidak mengonsumsi sayuran hijau.

Bayam dapat membantu mengelola tekanan darah

Bayam adalah sumber nitrat alami, senyawa yang membuka pembuluh darah untuk meningkatkan aliran darah dan meringankan beban kerja pada jantung.

Dalam satu penelitian kecil, yang diterbitkan dalam The Journal of Nutrition, 11 pria dan tujuh wanita mengonsumsi empat minuman kaya nitrat yang berbeda, termasuk minuman bayam.

Para peneliti menemukan bahwa kadar nitrat darah meningkat setelah menenggak keempat minuman tersebut. Minuman bayam, selain yang dibuat dari jus bit dan salad roket (lainnya yang berdaun hijau), juga menurunkan tekanan darah.

Tekanan darah diastolik tetap lebih rendah lima jam setelah menelan bayam dan minuman roket. (Diastolik adalah angka yang lebih rendah pada pembacaan tekanan darah, yang menunjukkan jumlah tekanan di arteri Anda di antara ketukan.)

Bayam melindungi kesehatan mata

Salah satu antioksidan dalam bayam, yang disebut lutein, telah terbukti mengurangi risiko degenerasi makula terkait usia (AMD), penyakit mata yang dapat mengaburkan penglihatan sentral yang tajam yang diperlukan untuk aktivitas seperti membaca dan mengemudi.

AMD adalah penyebab utama kehilangan penglihatan bagi orang berusia 50 tahun ke atas. Saat ini tidak ada obat atau pengobatan untuk membalikkan kondisi, jadi pencegahan adalah kuncinya.

Dalam sebuah penelitian di Jepang, para peneliti memeriksa mata 11 orang sehat yang bukan perokok yang mengonsumsi 75 gram bayam beku yang mengandung 10 mg lutein setiap hari selama dua bulan.

Asupan bayam yang kaya lutein meningkatkan kadar lutein darah, dan juga meningkatkan ukuran densitas optik pigmen makula (MPOD). Itu penting, karena pigmen makula bertindak seperti kacamata hitam internal untuk melindungi mata, dan MPOD yang rendah atau menurun merupakan faktor risiko AMD.

Penelitian ini menunjukkan bahwa bayam dapat membantu mengekang risiko AMD. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *