Minggu, 26 Mei 2024
Koran Jogja

Akademisi Apresiasi Aplikasi GRMS Jateng yang Dihadirkan Ganjar Pranowo, Cegah Kebocoran Anggaran

Akademisi Apresiasi Aplikasi GRMS Jateng yang Dihadirkan Ganjar Pranowo, Cegah Kebocoran Anggaran. (ist)
Akademisi Apresiasi Aplikasi GRMS Jateng yang Dihadirkan Ganjar Pranowo, Cegah Kebocoran Anggaran. (ist)

Yogyakarta, Koran Jogja – Akademisi mengapresiasi inovasi Ganjar Pranowo dengan menghadirkan inovasi digital keuangan daerah saat menjabat Gubernur Jawa Tengah, yang mampu mencegah kebocoran hingga Rp1,2 triliun.

Pandangan ini disampaikan dosen ekonomi Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) Y. Sri Susilo menyatakan gagasan digitalisasi dalam pemerintahan berhasil mencegah kebocoran uang negara.

Pada 2018, Ganjar yang saat ini merupakan Capres dari PDIP meluncurkan program sistem digitalisasi keuangan daerah bernama Government Resources Management System (GRMS).

Ini merupakan aplikasi keuangan yang diterapkan di Jateng dan mampu mencegah kebocoran anggaran melalui e-budgeting dan e-planning.

Menurut Ganjar kehadiran aplikasi digital ini merupakan wujud satu dari tiga pondasi Indonesia menjadi negara maju. Pertama digitalisasi dalam pemerintahan, membasmi korupsi, dan melipatgandakan anggaran negara untuk mewujudkan pelayanan berkualitas.

“Sistem digital pemerintahan harus ditingkatkan. Seperti digitalisasi urusan tender, pelayanan masyarakat, maupun perpajakan untuk menghilangkan celah tindak pidana korupsi,” kata Ganjar dalam rilis yang diterima Sabtu (23/9).

Y. Sri Susilo sendiri menyatakan gagasan digitalisasi dalam pemerintahan berhasil mencegah kebocoran uang negara dan seharusnya bisa dikembangkan dalam skala nasional.

“Pada 2018, GRMS Jateng berhasil mencegah kebocoran anggaran Rp1,2 triliun. Terbesar secara nasional saat itu. Anggaran sebesar itu bisa digunakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi karena dialokasikan pada yang lebih bermanfaat,” kata Susilo.

Baginya inovasi GRMS yang merupakan inisiasi Ganjar berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi dan memaksimalkan kebermanfaatan anggaran.

“Misal dimanfaatkan untuk membangun jembatan, jalan, atau pasar. Dampaknya bisa menumbuhkan simpul-simpul perekonomian baru. Pertumbuhan ekonomi otomatis terdorong,” katanya yang juga pengurus pusat Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI).

Leave a Reply