Antraks di Gunungkidul, Ternak Mati Mendadak Bertambah

by

Gunungkidul, Koran Jogja – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul menyatakan ada penambahan satu ekor sapi yang mati mendadak di Desa Gombang, Kecamatan Ponjong. Total terdapat ada 16 ekor ternak sapi dan kambing yang mati akibat antraks.

“Hari ini ada sapi mati lagi di Gombang,” kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul Retno Widyastuti, Jumat (4/2/2022).

Kejadian ini menambah daftar jumlah ternak yang mati di Desa Gombang yaitu enam sapi dan dua kambing yang mati mendadak. Sedangkan di Desa Hargomulyo, Kecamatan Gedangsari belum ada tambahan.

“Tapi semua itu belum tentu positif hasil labnya, dari yang mati itu yang positif lima sapi dan satu kambing. Di Gedangsari juga ada enam sapi dan dua kambing. Tapi yang baru keluar hasil labnya baru seekor sapi dan kambing. Lainnya belum,” ujarnya.

Retno menyebut semua ternak yang mati diakibatkan bakteri antraks. Ini terbukti sampel tanah yang diambil di lokasi meninggalnya ternak, khususnya di dua Desa positif antraks.

“Kita tidak menunggu semua keluar baru tindakan. Tapi begitu ada gejala yang pada manusia sudah terlihat ciri-cirinya kita langsung gerak,” ucapnya.

Seekor sapi yang mati mendadak di Desa Gombang menurutnya tidak perlu dilakukan pengujian sampel. Sebab secara kasat mata sudah ada tanda-tanda matinya sapi tersebut karena antraks.

“Karena kalau secara teori antraks itu kan sudden death, jadi ada bakteri masuk menginfeksi, ternak itu tidak pakai sakit lama hanya kejang kemudian mati. Kemudian dari semua lubang kumlah (lubang hidung, mulut, telinga, anus dan alat kelamin) mengalir darah,” ucapnya.

Retno meminta kepada Lurah Gombang langsung mengubur sapi tersebut. Hal itu untuk mencegah adanya penyembelihan sapi dan dagingnya dibagikan kepada masyarakat.

“Kita sudah minta lurah untuk dihandle agar tidak dipotong dan dibagi-bagi. Karena kalau ternak yang mati karena antraks itu langsung dikubur selesai. Nah, yang bikin panjang itu kan kalau dagingnya dikonsumsi orang-orang,” ujarnya.

Kepala BBVet Wates Hendra Wibawa mengamini apa yang dikatakan Bupati Gunungkidul. Bahkan, Hendra menyebut ada belasan hewan ternak yang mati akibat terpapar antraks.

“Kalau hasil dari investigasi kami bersama Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Gunungkidul) total kematian hewan itu ada 11 sapi dan 4 kambing,” ujarnya pada Senin (31/1/2022) lalu. (Set)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *