Belajar Memainkan Alat Musik Gitar, Mudah dan Meningkatkan Kecerdasan

by

Koran Jogja – Dewasa ini perkembangan teknologi yang semakin cepat juga memudahkan bagi kita untuk belajar memainkan alat musik, salah satunya gitar. Berbagai kumpulan Chord yang mudah, kunci gitar dasar, maupun lirik-lirik lagu banyak beterbaran di dunia internet.

Tak seperti sebelum tahun 2000an silam yang masih belum bersahabat dengan internet, kita yang punya minat untuk belajar memainkan gitar harus berburu buku-buku panduan di toko buku, atau bahkan sampai ke pasar loak. Kini, hanya tinggal mengetikkan kata kunci, semisal ‘kunci gitar lagu’ di Google maka akan langsung ditemukan berbagai artikel rujukan yang diinginkan.

Lalu, apakah dampak dari memainkan alat musik?

Dikutip dari psychology today,  Ibu Albert Einstein adalah seorang musisi berbakat yang menjadikan ekspresi musik sebagai bagian dari kehidupan rumah tangga sehari-hari ketika anak-anaknya tumbuh dewasa.

Albert Einstein mulai bermain biola ketika dia berumur 6 tahun. Pada usia 13 tahun, dia memainkan sonata Mozart. Einstein pernah berkata, “Hidup tanpa bermain musik tidak terbayangkan bagi saya. Saya menjalani lamunan saya dalam musik. Saya melihat hidup saya dalam kaitannya dengan musik. Saya mendapatkan banyak kesenangan dalam hidup dari musik,” katanya.

Sebuah studi baru dari Rumah Sakit Anak Boston menemukan korelasi antara pelatihan musik dan peningkatan fungsi eksekutif pada anak-anak dan orang dewasa. Studi sebelumnya telah mengidentifikasi hubungan antara pelatihan musik dan kemampuan kognitif, tetapi hanya sedikit yang melihat secara khusus pada awal efek pelatihan musik pada fungsi eksekutif.

Fungsi eksekutif (EF) digambarkan sebagai proses kognitif tingkat tinggi yang memungkinkan orang untuk dengan cepat memproses dan menyimpan informasi, mengatur perilaku mereka, membuat pilihan yang baik, memecahkan masalah, merencanakan, dan menyesuaikan dengan tuntutan mental yang berubah. Komponen EF lainnya adalah memiliki fleksibilitas kognitif yang ditunjukkan oleh kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan tugas baru atau mengubah tugas sesuai permintaan.

Para ahli saraf menggunakan pencitraan otak MRI fungsional dalam studi terkontrol mereka untuk mengungkapkan kemungkinan hubungan biologis antara pelatihan musik awal dan peningkatan fungsi eksekutif.

Nadine Gaab dari Laboratories of Cognitive Neuroscience di Boston Children’s mengatakan hal berikut dalam siaran persnya: “Karena fungsi eksekutif adalah prediktor kuat pencapaian akademis, bahkan lebih dari IQ, kami pikir temuan kami memiliki implikasi pendidikan yang kuat.”

Dirinya menambahkan, “Sementara banyak sekolah menghentikan program musik dan menghabiskan lebih banyak waktu untuk persiapan ujian, temuan kami menunjukkan bahwa pelatihan musik sebenarnya dapat membantu menyiapkan anak-anak untuk masa depan akademis yang lebih baik,” katanya.

Dua Manfaat Otak dari Pelatihan Musik:

  • Musisi memiliki kemampuan untuk meningkatkan dalam mengintegrasi informasi sensorik dari pendengaran, sentuhan, dan penglihatan.
  • Memulai pelatihan sebelum usia tujuh tahun terbukti memiliki pengaruh terbesar. Usia di mana pelatihan musik dimulai memengaruhi anatomi otak saat dewasa.

Orang dewasa dan anak-anak yang terlatih memainkan alat musik dalam studi Boston yang baru menunjukkan peningkatan kinerja pada beberapa aspek fungsi eksekutif. Pada fMRI, anak-anak dengan pelatihan musik menunjukkan peningkatan aktivasi area spesifik korteks prefrontal selama tes yang membuat mereka beralih di antara tugas mental.

Lebih khusus lagi, area otak ini termasuk: area motorik tambahan, area pra-suplemen, dan korteks prefrontal ventrolateral kanan. Semua wilayah otak ini telah dikaitkan dengan fungsi eksekutif. Menariknya, aktivasi otak yang meningkat juga terlihat di daerah otak lain yang tidak terkait langsung dengan fungsi eksekutif termasuk insula dan otak kecil.

Sebuah studi Mei 2014 dari University of Liverpool menemukan bahwa pelatihan alat musik dapat meningkatkan aliran darah di belahan otak kiri. Ini menunjukkan bahwa area yang bertanggung jawab atas musik dan bahasa mungkin memiliki jalur otak yang sama.

Lalu, bagi anda orang dewasa yang belum tertarik untuk belajar memainkan alat musik mulai ada minat untuk melakukannya setelah mengetahui efek positifnya? Atau bagi orangtua yang memiliki anak kecil, setujukah mulai melatih si Kecil bermain alat musik.

Penulis merekomendasikan, jika sudah ada ketertarikan untuk belajar musik maka bisa dipilih alat musik berupa gitar. Kunci gitar dasar, ataupun lirik-lirik lagu baik Indonesia maupun mancanegara banyak ditemukan di internet dengan mudah.(rid)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *