Belum Masuk Daftar Bansos, Pengemudi Bentor Geruduk DPRD DIY

by 2 months ago

Yogyakarta, Koran Jogja – Sebanyak 200 anggota Paguyuban Becak Motor Yogyakarta (PBMY) mendatangi gedung DPRD DIY untuk mengeluhkan nasibnya. Tak berpenghasilan hingga lima bulan terakhir, nama mereka tidak terdaftar sebagai penerima bantuan sosial (Bansos).

Dipimpin Ketua PBMY Parmin, kedatangan rombongan ini ditemui Wakil DPRD DIY, Huda Tri Yudiana, Rabu siang (19/8).

“Ada sekitar 600-an anggota PBMY yang belum masuk dalam daftar penerima bansos. Padahal sejak Covid-19, kami kehilangan penghasilan karena kawasan wisata ditutup, khususnya Malioboro,” katanya.

Parmin menyatakan, anggotanya sudah pernah diminta untuk melengkapi data, KTP dan KK, untuk dimasukkan dalam program bansos susulan. Namun hingga hari ini mereka sama sekali tidak menerima bantuan yang disalurkan lewat desa.

Karena itu, dihadapan Hudha mereka mendesak Pemda DIY memperbolehkan pengemudi Bentor untuk bisa beroperasi di kawasan Malioboro yang mulai kedatangan wisatawan.

“Sejak ditutup, kawaan Benteng Vredeburg berhenti beroperasi dan kegiatan Selasa Wage juga dihentikan. Padahal kebanyakan rekan-rekan mengandalkan dua hal itu untuk mendapatkan penghasilan,” lanjut Parmin.

Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana menjelaskan sampai sekarang permasalahan bansos DIY belum menemui kata usai khususnya pada ketersediaan data yang valid.

“Kami meminta Pemda meng-update data memasukkan warga yang miskin akibat terdampak Covid,” jelasnya.

Kepada anggota PBMY, Hudha mengatakan dirinya tidak bisa menjanjikan mereka akan mendapatkan bansos, sebab hal yang sama juga dialami puluhan ribu warga DIY.

Warga yang miskin gara-gara Covid ini belum terakomodasi sepenuhnya, ujarnya.

Mengenai kemungkinan mencari nafkah di Malioboro, Huda meminta instansi terkait untuk bisa mencari solusi terbaik bagi bentor. Pasalnya di Malioboro ini banyak orang yang mencari nafkah meski baru 30 persen mungkin bangkitnya. Kalau misalnya menegur mungkin lebih halus, karena saat ini semua membutuhkan waktu untuk bangkit.(set)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *