BRI Yogyakarta dan BSI Komitmen Bantu UMKM Hadapi Pagebluk

by

Yogyakarta, Koran Jogja – Bank Rakyat Indonesia (BRI) Yogyakarta dan Bank Syariah Indonesia (BSI) Kantor Cabang Yogyakarta berkomitmen untuk membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) diharapkan UMKM mampu menghadapi krisis akibat pandemi Corona.

Kanwil BRI Yogyakarta Tresnawan Dwi S mengatakan, BRI sebagai bank yang sebagian besar nasabahnya pelaku UMKM berkomitmen membantu menyalurkan dana PEN.

“80 persen nasabah BRI adalah UMKM. Jika UMKM tidak selamat BRI nggak selamat mungkin. Kita harus bersama-sama selamat dari krisis,” katanya, dalam Sosialisasi Program PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) kepada Para Pelaku UMKM di DIY, Kamis (4/3), di Kantor DPD RI DIY yang dipandu oleh anggota Komite IV DPD RI, Cholid Mahmud.

Tresnawan mengatakan, khusus Bank BRI realisasi program PEN di DIY nilainya Rp 2,5 triliun dari total Rp 15 triliun se-Indonesia. Ada 77,6 ribu nasabah. “Untuk UMKM kami salurkan Rp 135 miliar pada 2020,” katanya.

Sementara, Branch Manager Bank Syariah Indonesia (BSI) Kantor Cabang Yogyakarta Yos Sudarso, Fakhrurozi Bosman, mengatakan pada satu sisi bank sebagai sebagai lembaga bisnis harus tetap berjalan, pada sisi lain harus membantu UMKM melalui penyaluran pembiayaan.

“Contoh di cabang saya setiap bulan harus ada Rp 10 miliar tersalurkan ke UMKM. Alhamdulillah bulan ini Rp 12 miliar,” ujarnya.

Pemerintah mengucurkan dana melalui Program PEN tahun 2021 sebesar 627,96 triliun. Di DIY program tersebut belum sepenuhnya dipahami oleh para pelaku usaha terutama UMKM.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY,  Parjiman, mengatakan, seputar peta industri keuangan DIY termasuk perkembangan aset perbankan yang mencapai Rp 89,86 triliun maupun kinerja lembaga jasa keuangan di provinsi ini.

Diketahui, secara keseluruhan terdapat dana Rp 46 triliun, yang sudah tersalurkan ke UMKM sebesar Rp 20 triliun. Pada program PEN tahun 2020, sejumlah bank memperoleh dana dari pemerintah untuk disalurkan ke masyarakat.

“PEN lebih banyak berupa subsidi bunga. Sampai pertengahan Februari jumlah kredit yang direstrukturisasi senilai Rp 14,79 triliun. Sampai 31 Januari 2021 nilai subsidi bunga sejumlah Rp 121,54 miliar untuk 230.987 debitur,” katanya.

Parjiman mengatakan kredit bermasalah dari 2,73 persen menjadi 2,64 persen. “Pada Desember 2020, kredit UMKM tumbuh 4,31 persen. UMKM jadi idola pada masa pandemi. Saat ini sudah mulai ada transaksi,” katanya.

Kesimpulan dari semua itu, Cholid Mahmud sangat berharap perbankan harus bersinergi dengan masyarakat untuk membangkitkan kembali ekonomi DIY.(rid)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *