Selasa, 27 Januari 2026
Koran Jogja

Cara Menjalin Koneksi saat Solo Traveling di Kota Asing

Cara Bepergian Aman saat Musim Hujan, Agar Traveling Tetap Menakjubkan. (pexels)
Cara Bepergian Aman saat Musim Hujan, Agar Traveling Tetap Menakjubkan. (pexels)

Koran Jogja – Solo traveling mungkin bisa menjadi salah satu pengalaman paling membebaskan di dunia. Anda juga bisa terdorong untuk keluar dari zona nyaman dengan cara yang tak terduga.

Di saat menjelajahi kota baru, makan sendiri, dan mencari tahu sendiri, Anda pun bisa belajar betapa terbukanya dunia ketika Anda sendiri.

Seorang kreator travel Sanjana Goswami percaya solo traveling bukan berarti kesenian. Dia bahkan mengaku beberapa persahabatan tgerbaik berawal di jalanan asing. Kemudian juga dari perjalanan bus yang panjang, hingga ruang bersama di hostel.

“Saya bertemu orang-orang yang paling baik, paling lucu, dan paling tak terduga ketika solo traveling,” tilisnya dalam keterangan foto, yang dilansir dari Hindustan Times.

Lalu bagaimana cara membangun koneksi ketika sedang solo traveling di kota asing? Begini penjelasannya.

Nikmati kesendirian terlebih dahulu

Sebelum bertemu orang baru. Anda harus menikmati kesendirian. Ketika rileks, bergerak dengan ritme sendiri, maka Anda akan secara alami memancarkan energi yang mengundang percakapan.

Baik ketika sedang membaca buku di kafe, jalan-jalan di pasar, atau makan sendirian tanpa bersalah, kenyamanan itu adalah langkah pertama menjalin persahabatan.

Katakan “ya”

Solo traveling memang bisa membuka peluang spontan dan mengatakan “ya” akan mengubah semua perjalanan nda.

Jika ada seseorang di hostel menanyakan kepada Anda apakah ingin gabung dengan mereka untuk makan malam, menikmati pantai atau mendaki saat matahari terbit, maka pergi lah.

Ingat, Anda tidak akan bisa membuat kenangan hanya dengan duduk di tempat tidur.

Ikuti tur grup

Jika malu atau tidak yakin harus memulai dari mana, Anda bisa mempertimbangkan untuk ikut tur grup. Semisa tur jalan kaki, kelas memasak, lokakarya sni, atau pendakian harian.

Ini bisa memberikan pengalaman yang terintegrasi, membuat ikatan terasa alami menjelajah, atau tertawa bersama.

Menginap di hostel

Solo traveling tidak mewajibkan Anda untuk menjadi backpacker demi menikmati kehidupan hostel.

Saat ini sudah banyak hostel modern yang menawarkan kebersihan, keamanan, dan diancang dengan indah.

Biasanya juga ada ruang bersama, dapur, hingga acara malam untuk membantu para turis berbaur.

Menonton film, bermain game, menyantap makanan lokal, atau berkumpul di atap gedung bisa menciptakan persahabatan yang bertahan lama sesuai check-out.

Ajukan pertanyaan dan tetaplah ingin tahu

Rasa ingin tahu itu memikat. Pertanyaan sederhana semisal ‘dari mana asalnya?’ dan contong-contoh lainnya bisa membuka percakapan yang utuh.

Banyak pelancong solo ini ingin bicara. Mereka hanya menunggu orang lain untuk memulainya. (*)

Baca artikel lainnya:

Leave a Reply