Cerita Agung, Hobinya Merawat Sepatu Jadi Bisnis Menjanjikan

by

Bantul, Koran Jogja – Berawal dari upaya menjaga koleksi sepatunya agar tidak cepat rusak saat dibersihkan, Rahmad Agung (24) warga Banguntapan merambah usaha cuci sepatu yang sekarang sedang hits. Otodidaknya dalam membersihkan sepatu menghasilkan cuan (uang) yang mengembirakan.

Ditemui di tempat usahanya bernama ‘Urban Clean’ yang beralamat kan di Tempuran, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Agung menceriakan awal mula usaha yang dirintisnya setahun yang lalu.

“Saya menyukai sepatu dan sempat mengoleksi beberapa. Belajar dari youtube, saya otodidak membersihkan sepatu koleksi. Membersihkan sepatu dengan cara yang benar akan membuat sepatu lebih awet,” jelasnya, Rabu (11/11).

Dari proses belajar ini, Agung mengetahui ternyata bahwa mencuci sepatu itu yang paling ideal adalah menggunakan dry clean (Cuci Kering) yang meminimalisir penggunaan air. Tidak seperti yang dilakukan banyak orang, membersihkan sepatu dengan air yang banyak bahkan direndam beberapa jam.

Cara-cara konvensional itu baginya sangat merusak bahan sepatu, jika bahannya kulit sintetis maka akan mudah terkelupas dan jika bahannya non kulit maka lebih cepat jebol.

“Awalnya sepatu saya sendiri, namun lama-lamanya sepatu saudara dan teman dekat yang saya bersihkan. Karena hasilnya bagus, mereka mendorong saya untuk membuka usaha, dan bersama satu kawan hadirlah usaha ini,” katanya.

Berburu peralatan dan bahan-bahan pembersih lokal, Agung menyatakan modal awalnya bersama sewa tempat ini mencapai Rp5 juta. Dirinya memilih kawasan Kasihan sebagai area usahanya karena merupakan pemukiman mahasiswa dari kampus-kampus besar seperti UMY, Alma Alta, dan Universitas Ahmad Yani.

Buka pada Juni 2019 lalu, Agung mengatakan dengan banderol paling mahal Rp35.000, sebelum pandemi Covid-19 menyerang dalam sebulan usahanya bisa menyelesaikan 65 pasang sepatu untuk dibersihkan.

“Awal pandemi turun, namun akhir-akhir mulai membaik meski tidak sebaik dulu. Rata-rata sebulan bisa menyelesaikan 20 sepatu,” jelasnya.

Bagi lulusan Fakultas Bahasa dan Seni UNY 2019 lalu, selain bisa menyalurkan hobi merawat sepatu. Usaha ini membuat dirinya bisa mengenal lebih jauh berbagai model dan merek sepatu original yang baginya harganya sulit terjangkau.

Dia mengisahkan pernah menerima order membersihkan sepatu seharga Rp16 juta. Karena mahal harganya, dia lantas memprioritaskan order tersebut agar bisa segera diambil dan tidak menginap di tempatnya.

Sebagai alat kerjanya, selain sabun cair khusus. Agung menyiapkan empat sikat khusus dari yang berbulu paling lembut sampai paling keras. Dia juga memiliki sikat panjang untuk membersihkan bagian dalam dan kain sebagai pengering.

“Saya lebih suka menggunakan air matang, karena lebih mampu membersihkan kotoran dibandingkan air biasa atau air sumur. Meski satu mangkuk air bisa digunakan untuk tiga pasang sepatu, namun air masih menjadi pengeluaran terbesar,” katanya.(set)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *