Danais Untuk Pandemi, Pemda Menunggu Konfirmasi Kemenkeu

by
Koran jogja

Yogyakarta, Koran Jogja – Sekretaris Daerah Pemda Daerah Istimewa Yogyakarta, Kadarmanta Baskara Aji, menyatakan meski sudah mengetahui isu surat dari Kementerian Keuangan tentang perubahan penggunaan Dana Keistimewaan (Danais). Namun pihaknya masih menunggu konfirmasi dan surat resminya.

“Lewat media sosial kita sudah baca dan pahami apa saja yang diamanatkan dalam surat tersebut. Namun kami belum menerima secara resmi surat itu dari pusat,” kata Aji, Senin (12/7) di Kepatihan.

Namun yang pasti, Pemda DIY menurut Aji bakal menaati berbagai aturan yang disebutkan dalam surat itu jika sudah menerima konfirmasi dan surat resmi dari Kemenkeu.

Mengenai Danais, Aji menegaskan Pemda sejak setahun yang lalu sudah menggunakan untuk penanganan pandemi Covid-19. Namun arahnya lebih ke pemulihan ekonomi sesuai dengan lima urusan keistimewaan seperti termuat dalam Undang-Undang no 13 tahun 2021.

Karena itu nantinya komunikasi dengan Kemenkeu menurut Aji akan dititik beratkan pada boleh tidaknya Danais digunakan dari lima urusan keistimewaan itu.

“Jika bisa digunakan diluar lima urusan itu, kita memerlukan payung hukum agar Danais bisa dikucurkan langsung. Semisal diperuntukan membentuk Satgas tingkat RT hingga padukuhan,” ujarnya.

Paniradya Pati Keistimewan DIY Aris Eko Nugroho mengatakan sekitar Rp 340 miliar Danais, dari total Rp1,3 triliun digunakan untuk penanganan pandemi. Mulai dari mendukung pemulihan ekonomi, kesehatan, ketertiban melalui kegiatan Satlinmas Rescue Istimewa, Jaga Warga serta pemberdayaan masyarakat.

Wartawan DIY pada Sabtu (10/7) malam menerima copian surat Kemenkeu yang isinya mengijinkan penggunaan Danais untuk pencegahan dan penanganan pandemi Covid-19.

Tertuang dalam surat bernomor S-121/PK/2021 tertanggal 10 Juli 2021 dan ditandatangani Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kemenkeu Astera Primanto Bhakti. Surat tersebut menyatakan tiga hal penting yang menyatakan Danais adalah dana yang berasal dari APBN bisa dialokasikan dalam penanganan pandemi.(set)