Di Masa Pandemi, Tim NoTo Akui Tatap Muka Disukai Warga

by

Bantul, Koran Jogja – Musim kampanye pilkada 2020 di tengah pandemi Covid-19 dinilai lebih melelahkan dan kurang mampu memperkenalkan visi misi pasangan calon. Minimnya minat masyarakat pada kampanye daring juga menjadi tantangan.

Hal inilah yang dirasakan Tim Pemenangan paslon nomor urut dua Pilkada Bantul, Suharsono-Totok Sudarto selama masa kampanye yang dimulai sejak 26 September silam hinffa Sabtu (5/12) besok.

“Kami akui banyak tantangan yang berbeda di musim kampanye pemilihan tahun ini dibandingkan sebelumnya,” kata Ketua Tim Pemenangan NoTo, Arif Iskandar, Jumat (4/12).

Meski ingin menampilkan sesuatu yang berbeda, Arif mengakui Pandemi Covid-19 dengan segala pembatasan yang berlaku tidak hanya menyulitkan Paslon, namun juga penyelenggaraan pemilihan, KPU maupun Bawaslu.

Ia mencontohkan tantangan saat ini adalah soal kamnpanye terbuka. Jika sebelumnya penyampaian visi misi bisa dilakukan dengan maksimal karena berkumpulnya massa yang besar dalam satu wilayah. Di masa pandemi kampanye tatap muka harus dilakukan bertahap.

“Batasan pertemuan tatap muka maksimal diikuti 50 orang. Jika menyasar satu desa, maka pertemuan dilakukan berulang kali dengan waktu berbeda. Ini sangat melelahkan,” jelasnya.

Belum lagi dengan minimnya minat masyarakat untuk mengikuti kampanye daring yang sering kali memaksa tim pemenangan menurut Arif mengubah startegi dengan tatap muka.

“Kami akui, sampai sekarang masyarakat masih menikmati kampanye tatap muka dibandingkan daring,” katanya

Soal kampanye ini, calon Bupati Suharsono mengaku harus menenangkan pendukung dan relawan yang ingin mengusut perusakan alat peraga kampanye dirinya di banyak tempat.

“Mau membalas saya larang, karena kita harus bersikap santun. Semua saudara kita. Saya tidak ingin terpancing dan menciptakan permusuhan. Kami menginginkan pilkada yang kondusif,” kata Bupati petahana ini.

Menjelang akan aktifnya kembali Suharsono sebagai Bupati Bantul per 6 Desember. Suharsono mengaku ada tugas besar yang wajib dilakukan dirinya.

“Saya akan mengumpulkan seluruh perangkat daerah sampai tingkat kecamatan untuk memastikan mereka tetap menjaga netralitas,” katanya.(set)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *