Diduga Berlaku Curang, Distributor Migor Sleman Disidak

by

Sleman, Koran Jogja – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dan Satgas Pangan Daerah Istimewa Yogyakarta mendatangi distributor minyak goreng di Sleman, Jumat (25/3). Diduga mereka melakukan tactic tying.

Kabid Penegakan Hukum KPPU Kanwil VII Yogyakarta Kamal Barok menyatakan sidak ke PT Lestari Berkah Sejati di Kronggahan, Sleman didasarkan laporan dari masyarakat yang masuk ke pihaknya.

“Dilaporkan, pemilik LBS mewajibkan pembeli minyak goreng curah turut membeli produk lain senilai Rp400 ribu. Atau produk lain satu, seperti satu jerigen wajib mengambil satu karung gula diatas nilai Rp 400 ribu,” kata Kamal.

Jika terbukti, sistem penjualan seperti ini menurutnya melanggar Pasal 15 ayat 2 Undang-undang Nomor 5 tahun tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

Sebagai tindak lanjut, PKPU akan berkoordinasi dengan Satgas Pangan Polda DIY, Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY, Ombudsman RI Perwakilan Provinsi DIY, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman.

“Klarifikasi sementara, pemilik mengatakan praktik itu dilakukan agar pembelian oleh konsumen bisa diatur. Padahal hal tersebut sejatinya merupakan domain pemerintah. Jika dibiarkan, konsumen yang pada akhirnya akan dirugikan,” ungkapnya.

Menurutnya kalau terjadi permasalahan dalam hal distribusi, itu adalah kewajiban pemerintah untuk mengatasi.

Dengan alasan ini pelaku justru dinilai hanya mencari keuntungan, apalagi masyarakat sudah terbebani dengan kelangkaan minyak goreng.

Terkait kemungkinan sanksi bagi distributor bersangkutan, Kamal mengatakan akan terlebih dulu melaporkan hasil pemeriksaan lapangan ke pimpinan.

Kamal mengatakan dari komunikasi searah, pemilik menyatakan akan menghentikan sistem penjualan semacam itu

“Ini menunjukkan sudah ada itikad baik, tapi soal perlu tidaknya penegakan hukum, nantinya komisioner yang memutuskan,” ujarnya.

Sejauh ini, baru satu distributor yang dilaporkan ke KPPU terkait dugaan kecurangan penjualan minyak curah. Sebelumnya, KPPU sudah menindak 10 distributor yang melakukan tying agreement dalam penjualan minyak goreng kemasan.

Kepala ORI Perwakilan DIY, Budhi Masturi menyatakan dari berbagai laporan yang masuk pihaknya.

Saat ini modus yang dilakukan pedagang adalah membeli Migor di berbagai swalayan yang sudah diatur harga eceran tertinggi (HET) untuk dijual kembali.

“Kebanyakan dilakukan pedagang di tingkat retail, mengalihkan Migor kemasan ke curah dengan harga HET yang lebih tinggi. Jika memang ada laporan yang masuk, kami meminta KPPU menindak. Jangan sampai menjadi beban berat ekonomi masyarakat,” katanya. (Set)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *