Dikebut Senin, Shelter RS Patmasuri Beroperasi Hari Ini

by
koran jogja

Bantul, Koran Jogja – Sejak diputuskan untuk dijadikan shelter ketiga perawatan pasien terpapar Covid-19, Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul mengebut pengerjaannya mulai awal pekan ini hingga resmi beroperasi Jumat (15/1) sore.

Ditemui di tengah penyiapan akhir pengoperasian shelter RS Patmasuri yang berada di Desa Panggungharjo, Kecamatan Sewon. Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Rujukan dan Bencana Dinkes Bantul Tri Wahyuni shelter adalah pendukung RS Lapangan Bambanglipuro.

“Ini adalah shelter ketiga yang disiapkan oleh Pemkab Bantul. Statusnya sama seperti dua shelter sebelumnya yang didirikan di di Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Sewon dan di dusun Semaul, Kecamatan Bambanglipuro,” katanya.

Diperuntukkan untuk pasien positif Covid-19 dengan gejala ringan atau positif tidak bergejala namun tidak memiliki ruang isolasi mandiri, Dinkes menyiapkan 40 dari total 60 tempat tidur yang pengerjaan akhirnya dikebut sejak Senin (11/1) lalu.

Yuni memastikan Jumat sore shelter RS Patmasuri sudah dioperasikan dengan hadirnya 20 pasien yang atas rekomendasi dokter harus dirawat.

“Sisa kekurangan kami akan siapkan segera mungkin. Saat ini pengerjaan akhir kekurangan kamar terfokus pada penambahan tandon kapasitas air bagi pasien,” lanjut Yuni.

Sebenarnya RS Patmasuri menurut Yuni bisa dimaksimalkan hingga lebih dari 60 tempat tidur. Namun mengingat kondisi krodit kedepan dan pembagian ruang antara pasien dengan tenaga kesehatan harus dibatasi. Maka penyediaan 60 tempat tidur ini dinilai ideal.

Kepala Desa Panggungharjo, Wahyudi Anggoro Hadi, menuturkan kehadiran shelter RS Patmasuri ini tidak bisa dilepaskan dari inisiatif pemerintah desa bersama komunitas Sambatan Jogja (Sonjo) yang didukung penuh Dinkes Bantul.

“Desa diminta menyiapkan tempatnya, Dinkes bertugas memenuhi sarana prasarana penampungan, sedangkan Sonjo berkomitmen menyiapkan sarana prasarana pendukung seperti obat-obatan,” kata Wahyudi.

Kehadiran shelter RS Patmasuri ini diharapkan menjadi jawaban atas keprihatinan banyak pihak atas tidak tertampungnya puluhan pasien positif Covid-19 karena penuhnya rumah sakit dan fasilitas kesehatan.(set)