DPR Asal Yogyakarta Minta Gerakan Mahasiswa Jangan Dipojokkan

by

Yogyakarta, Koran Jogja – Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar daerah pemilihan Daerah Istimewa Yogyakarta Gandung Pardiman meminta sejumlah pihak tidak memojokan gerakan mahasiswa yang bergerak dengan hati nurani dan sesuai dengan realita yang ada di lapangan.

“Mereka tidak rabun melihat realita yang ada sekarang ini. Jangan pojokkan gerakan mahasiswa yang murni dan tidak ditunggangi kepentingan politik manapun,” tegas Gandung Pardiman dalam keterangan Selasa ( 12/4/2022).

Pernyataan ini dikeluarkannya untuk menanggapi adanya sejumlah pihak yang memojokkan gerakan mahasiswa yang akhir – akhir ini mulai bergerak melakukan aksi unjuk rasa menyampaikan aspirasi.

Gandung Pardiman politisi senior Partai Golkar DIY ini menilai 6 tuntutan mahasiswa yang disampaikan pada aksi unjuk rasa pada tanggal 28 Maret 2022 lalu perlu dikaji dengan cermat oleh pemerintah.

Adapun 6 tuntutan BEM SI yang disampaikan ke pihak Kepresidenan pada 28 Maret lalu yaitu mendesak dan menuntut Jokowi untuk bersikap tegas menolak dan memberikan pernyataan sikap terhadap penundaan Pemilu 2024 atau masa jabatan tiga periode karena sangat jelas mengkhianati konstitusi negara.

Menuntut dan mendesak Jokowi untuk menunda dan mengkaji ulang UU IKN termasuk dengan pasal-pasal yang bermasalah dan dampak yang ditimbulkan dari aspek lingkungan, hukum, sosial ekologi, dan kebencanaan.

Mendesak dan menuntut Jokowi untuk menstabilkan harga dan menjaga ketersediaan bahan pokok di masyarakat dan menyelesaikan permasalahan ketahanan pangan lainnya.

Mendesak dan menuntut Jokowi untuk mengusut tuntas para mafia minyak goreng dan mengevaluasi kinerja menteri terkait.

Serta mendesak dan menuntut Jokowi untuk menyelesaikan konflik agraria yang terjadi di Indonesia.

Menuntut dan mendesak Jokowi-Ma’ruf berkomitmen penuh dalam menuntaskan janji-janji kampanye di sisa masa jabatannya.

“Tuntutan nomor 1 telah penuhi Presiden Jokowi yang telah memberikan pernyataan tegas bahwa pemilu berjalan sesuai kesepakatan yakni 14 Februari 2024 dan Pilkada November 2024. Sedangkan tuntutan yang lain, pemerintah perlu mengkaji dengan seksama dengan bangsa dan negara,” katanya.

Dirinya mengapresiasi pemikiran mahasiswa dan meminta janga sampai pemikiran para mahasiswa yang kritis tersebut ditunggangi oleh pihak – pihak yang memiliki kepentingan pribadi maupun golongan.

Selain Gandung berharap aksi unjuk rasa tertib dan waspada terhadap provokasi serta adanya pihak – pihak yang menunggangi aksi mahasiswa yang murni dari hati nurani untuk kepentingan negeri ini.

“Perlu dihindari adanya gerakan cuci tangan setelah tes the water gagal atau tidak berhasil,” pungkas Gandung. (Set)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *