DPRD DI Yogyakarta Desak Pemda Ungkap Kondisi Nakes Usai Vaksin

by
DPRD DI Yogyakarta

Yogyakarta, Koran Jogja – DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendesak supaya Pemda DIY memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai program vaksinasi. Seperti ribuan tenaga kesehatan yang telah diimunisasi maupun kriteria mereka yang tidak boleh menerima vaksin.

Anggoat Komisi D DPRD DIY, Sofyan Setyo Darmawan mengatakan sudah ada ribuan Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) yang telah divaksin di DIY. “Mohon dipublish saja yang sudah dilakukan dinas kesehatan,” katanya dalam forum diskusi wartawan DPRD DIY pada Senin (25/1).

Sofyan mengatakan, dengan dipublikasikannya ribuan tenaga kesehatan yang divaksin maka masyarakat akan lebih menerima program vaksinasi ini.

“Jadi tidak hanya pejabat teras saja yang dipublish menerima vaksin. Justru tenaga kesehatan di sleuruh tingkatan. Baik itu di rumah sakit pusat, rumah sakit daerah maupun sampai puskesmas juga dipublish. Dibuktikan setelah divaksin, kondisinya baik-baik saja. Saya kira masyarakat akan lebih mantap menerimanya,” katanya.

Sofyan berkata, ada setidaknya 16 kriteria mereka yang tidak akan menerima vaksin. Ia berharap dinas kesehatan pun juga memberikan penjelasan kepada masyarakat terkait hal ini. “Hal seperti ini perlu dijelaskan lebih lanjut kepada masyarakat,” katanya.

Ketua Komisi D DPRDDIY, Kuswanto mengatakan dari pengamatannya saat ini sebagian masyarakat masih menganggap sepele terkait Covid-19 ini. Sehingga Pemda DIY perlu mengeluarkan instruksi yang nantinya diturunkan sampai ke tingkat kelurahan hingga RT dan RW dalam upaya penegakan protokol kesehatan.

“Setidaknya ada patroli protokol kesehatan. Kami melihat di masyarakat, menurut saya mengabaikan masalah Covid-19. Padahal ini sangat membahayakan,” katanya.

Kuswanto mengatakan dirinya juga berharap seluruh masyarakat di DIY bisa mendapatkan vaksin Covid-19. “Harapan kami seluruh warga DIY tervaksin. Bahkan yang lansia pun juga dapat vaksin,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembajun Setyaningastutie mengatakan vaksinasi sudah dilakukan kick off di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman. Data terakhir untuk yang telah diimunisasi yakni SDMK pada Minggu (24/1) lalu ada sebanyak 3.030 orang di Kota Yogyakarta dan 4.687 orang untuk Sleman.

Menurut Pembajun, tahap awal program vaksinasi di DIY ada sebanyak 26.624 tenaga kesehatan. Kemudian berkembang menjadi 35.239 SDMK di seluruh DIY dalam data per 8 Januari 2021.

“Kebijakan dari kementerian Kesehatan supaya tidak hanya SDMK di fasilitas kesehatan milik pemerintah. Tapi juga sampai di klinik swasta hingga praktik dokter mandiri. Jadi datanya berkembang semakin banyak,” katanya.

Pembajun mengatakan vaksinasi kepada SDMK ini terus berjalan. Menurutnya pemerintah pusat memberikan target supaya Februari nanti imunisasi kepada tenaga kesehatan bisa selesai.

Menurutnya dari seluruh SDMK yang disasar ada yang tidak lolos untuk diberikan vaksin. Namun hanya di bawah 5 persen saja. “Mereka yang tidak lolos mayoritas karena hipertensi, hamil, dan menyusui. Kebanyakan karena hipertensi,” katanya.

Pembajun mengatakan setelah dilakukan penelusuran, ada beberapa dari mereka karena masih ada kekhawatiran. “Yang kedua, karena lelah. Kelelahan tidak banyak, tapi ada beberapa yang alasannya karena itu,” ucapnya.(rid)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *