DPRD DIY: Danais Itu Seksi, Jangan Untuk Remeh Temeh

by
(dok. Humas DPRD DIY)

(dok. Humas DPRD DIY)

Yogyakarta, Koran Jogja – Wakil Ketua Komisi B DPRD DIY, Dwi Wahyu Budiantoro meminta Pemda melakukan evaluasi dan mengukur penggunaan Dana Keistimewaan (Danais) 2021 yang sebesar Rp1,32 triliun. Sebagai anggaran yang seksi, Danais jangan dipergunakan untuk kegiatan remeh temeh.

“Pandemi Corona yang semakin tidak kedepan harus disikapi Pemda DIY dengan mengevaluasi pembiayaan. Pasalnya pendapatan, khususnya dari dunia pariwisata anjlok 50 persen,” kata Dwi, Senin (4/1).

Di engah minimnya pendapatan dan berdampak pada anggaran APBD, Dwi melihat keseksian Danais yang digelontorkan pemerintah pusat ke DIY sejak 2012 silam. Banyaknya program yang bakal tidak dibiayai oleh APBD diharapkan dibiayai Danais.

Dengan fokus penggunaan anggaran untuk lima urusan yaitu kelembagaan, pertanahan, tata ruang, kebudayaan dan pengisian jabatan. Secara umum Dwi melihat ini perlu dievaluasi karena penggunaan terkesan tidak jelas.

“Penggunaan Danais selama ini terkesan remeh temeh. Sepatutnya kita mengevaluasi bersama penggunaan anggaran sebesar Rp1,32 T untuk program prioritas mana saja. Saya kira kesehatan dan pemulihan ekonomi di masa pandemi adalah prioritas,” jelasnya.

Dwi menilai penggunaan Danais, khususnya dalam kebudayaan dan pengadaan tanah sama sekali tidak ada kelanjutannya. Contohnya adalah pembelian Hotel Mutiara yang belum ada tolak ukur peruntukkan yang direncanakan sebagai pusat UMKM.

Sesuai arahan Gubernur Sri Sultan Hamengku Buwono X dan konsekuensi perubahan kelembagaan, desa yang sekarang disebut Kalurahan. Dwi meminta Danais harus masuk ke desa karena disinilah basis keistimewaan.

“Jangan sampai Danais digunakan untuk hal remeh temeh lagi seperti kegiatan event atau pembuatan video, semua harus terukur dan dievaluasi,” kata politisi asal PDIP ini.

Kepala Dinas Kebudayaan DIY Aris Eko Nugroho menyebut tahun 2021 Danais yang diterima sebesar Rp1.32 triliun, besaran yang sama di 2020. Aris mengatakan penyerapan Danais setahun kemarin tidak optimal karena pandemi hingga terserap 96 persen.

“Pembagian Danais 2021 urusan kebudayaan sebesar Rp776 miliar, tata ruang Rp483 miliar, kelembagaan Rp35 miliar dan sisanya untuk urusan pertanahan,” ujarnya.

Di bidang kebudayaan, terdapat anggaran sebesar Rp18 miliar untuk program perwujudan desa mandiri budaya oleh Pemerintah Kalurahan.

Tahun ini beberapa OPD yang ikut menggunakan danais semisal Dinas Tenaga Kerja lewat program magang kerjanya dan Dinas Pertanian untuk program lumbung pangan. “Semua itu agar penyerapan danais merata” kata Aris.(set)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *