DPRD Kota Yogyakarta Tak Masalah Wisata Dibuka Kembali

by 3 months ago

Yogyakarta – DPRD Kota Yogyakarta tak mempermasalahkan pariwisata dibuka kembali seperti sebelum pandemi Covid-19. Asalkan dikelola dengan baik oleh asosiasi-asosiasi yang bergerak di bidangnya.

Ketua DPRD Kota Yogyakarta Danang Rudiyatmoko mengatakan ketika pelaku industri wisata bisa berkomitmen bersama, bahkan jika perlu menjamin bahwa wisatawan yang datang ke Yogya telah ter-screening baik maka tak masalah wisata dibuka penuh.

“Jika melalui asosiasi asosiasi wisata itu bisa membantu pemerintah dalam pengelolaan kunjungan wisata sehingga wisatawan bisa lebih terkontrol, terkelompok, dan ter-screening baik, kami kira tak masalah wisata dibuka kembali,” kata dia, Sabtu (25/7).

Ia mencontohkan, rombongan wisata dari Bali mau ke Yogya, maka sudah ada penyelenggara perjalanan wisata itu yang melakukan screening sejak berangkat dan memastikan protokol diterapkan hingga rombongan itu tiba di tempat tujuan.

Menurut Danang, wisata jadi tumpuan Yogya sebagai sektor yang memberi multiplayer effect pada sektor lainnya. “Yang pasti, titik beratnya, jangan jadikan pariwisata menjadi kambing hitam dengan mengasumsikannya bakal menciptakan klaster baru,” ujar dia.

Danang mengatakan tambahan kasus baru di Kota Yogya belakangan ini juga bukan dari klaster wisata. “Kita harus pastikan dulu, telusuri dulu, apakah kasus baru Covid-19 yang bertambah belakangan ini karena ada klaster wisatawan? Jadi jangan langsung berasumsi kalau bertambahnya kasus karena wisata dibuka,” ujarnya.

Danang tak masalah tanggap darurat bencana Covid-19 jika harus kembali diperpanjang karena kasus belum mereda. Pihaknya hanya mendesak pertambahan kasus itu juga dibarengi langkah pemerintah mengintensifkan penyelidikan dan penelusuran, lonjakan itu penyebabnya apa.

“Apakah karena ada transmisi lokal atau transmisi carrier yang tidak terdeteksi keluar masuknya. Kalau wisatawan jelas, bandara YIA juga pasti prosedurnya, pasti ada rapid testnya kalau dikelola per kelompok sebenarnya tak masalah,” ujar Danang.

Danang mengatakan idealnya untuk menggeliatkan sektor wisata dengan pengelolaan berbasis kelompok oleh pelaku wisata ini diatur pula dalam bentuk regulasi. “Pelaku wisata sebenarnya setuju saja diatur soal pengelolaan wisata ini diregulasikan, tapi waktunya apa efektif? “ujarnya.

Danang menambahkan di masa ini, saat wabah Covid sudah empat bulan menghajar wajah perekonomian negeri, saatnya kembali bergerak dengan mempersiapkan SOP dan protokol pencegahan yang jelas dan tegas.

Danang menilai sebenarnya sudah tak masalah sektor wisata dibuka ketika pemerintah dan pelaku wisata sama-sama bisa berkomitmen mengatur pengelolaan wisata tertib protokol kesehatan.

“Mau sampai kapan kita berhenti di sini, gara gara pandemi?,” paparnya.(rid/eks)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *