Dua Paslon Bantul Samakan LADK dan Saksi

by
Bantul

Bantul, Koran Jogja – Hari pertama kampanye Pilkada di Bantul, KPU merilis Laporan Awal Dana Kampanye (LADK) kedua pasangan calon. KPU membagi Bantul menjadi dua zonasi selama 70 hari kampanye.

Di laman KPU Bantul, LADK kedua pasangan tertulis Rp300 juta yang menurut Ketua Joko Didik Nugroho dilaporkan pada Jumat (25/9) petang.

“Ini laporan awal dana kampanye dan paling lambat Jumat kemarin. Kedua calon sudah memenuhi aturan,” kata Didik, Sabtu (26/9).

Selama dan hingga akhir kampanye, Didik mengatakan pasangan Abdul Halim Muslih – Joko B Purnomo dan Suharsono – Totok Sudarto wajib melaporkan penerimaan dan penggunaan dana kampanye.

Sesuai kesepakatan bersama, KPU membagi adil zonasi kampanye yaitu zonasi Bantul Timur dan Bantul Barat Sejak 26 September sampai 5 Desember, kedua pasangan calon bergantian kampanye di zonasi berbeda.

Zona timur terdiri dari kecamatan Dlingo, Imogiri, Pleret, Banguntapan, Piyungan, Bambanglipuro, Pundong, Kretek, dan Jetis. Kemudian zona barat Bantul, Sewon, Pandak, Pajangan, Sanden, Srandakan, Sedayu dan Kasihan.

“Pembagian zona ini sebagai salah satu upaya pencegahan pandemi Covid-19. Jadi satu pasangan mendapat jatah 30 hari di satu zona, ini adil,” lanjut Didik.

Calon Wakil Bupati, Joko B Purnomo membenarkan bahwa besaran LADK sesuai dengan yang diumumkan KPU.

“Ini adalah anggaran awal dan dipastikan kebutuhan akan lebih dari angka itu tapi kita belum memprediksi total kebutuhan,” jelasnya.

Nantinya anggaran kampanye ini akan diprioritaskan pada tiga bidang yaitu pengadaan alat peraga kampanye (APK), akomodasi rapat dan pertemuan yang dibatasi maksimal 50 orang, serta pemenuhan kebutuhan sanksi.

“Kita telah menyiapkan 4.164 saksi yang kita sebar ke 2.083 TPS di 75 desa,” ucapnya.

Ketua Tim Pemenangan Suharsono-Totok, Arif Iskandar mengutarakan hal yang sama. Namun dia berani merinci hingga Desember nanti total kebutuhan dana kampanye mencapai Rp5 miliar.

“Selain pengadaan APK, kebutuhan terbesar kita ada di saksi. Satu TPS nanti akan kita pantau dua saksi saat hari pencoblosan,” ujarnya.

Hari ini Pemda DIY juga melantik Budi Wibowo sebagai pejabat sementara (Pjs) Bupati Bantul hingga 5 Desember. Sebelumnya Budi menjabat sebagai Staf ahli Gubernur bidang perekonomian dan pembangunan.(set)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *