Februari, Kejahatan Narkotika di Bantul Meningkat

by

Bantul, Koran Jogja – Kasat Resnarkoba Polres Bantul AKP Archye Nevadha mengatakan angka kejahatan tindak pidana penyalahgunaan narkoba dan psikotropika (Narkotika) di Februari meningkat dua kali lipat dibandingkan bulan sebelumnya. Motif ekonomi menjadi faktor utama peningkatan ini.

Hal ini disampaikan Archye dalam jumpa pers pengungkapan kasus narkotika di wilayah Bantul selama Februari kemarin di Mapolres Bantul, Rabu (3/3).

“Januari kemarin kami hanya mengungkap sembilan kasus penyalahgunaan narkotika dan obat daftar G dengan tersangka 10 orang. Tapi Februari, sebanyak 17 kasus terungkap dengan tersangka 18 orang,” ucapnya.

Selama 28 hari kemarin jajaranya telah menangkap satu orang pengguna dan pengedar sabu-sabu serta ganja, lalu ada 5 orang yang menyalahgunakan obat-obatan psikotropika, dan 12 orang dalam kasus peredaran obat daftar G.

Dari polisi menyita barang bukti berupa sabu-sabu seberat 0,52 gram, ganja 0,38 gram, obat psikotropika 102 butir, dan obat-obatan daftar G 1.733 butir. Kesemua tersangka selain sebagai pengguna juga merupakan pengendara yang mendapatkan pasokan barang dari luar Jawa.

“Motif ekonomi menjadi faktor utama seluruh tersangka melakukan tindak kejahatan ini. Mendapatkan keuntungan 100 persen dari modal, penjualan narkotika menjadi pilihan disaat ekonomi terpuruk akibat pandemic,” katanya.

Satu dari delapan belas orang adalah perempuan yang berinisial EK (33), warga Kota Yogyakarta yang tinggal di Kecamatan Banguntapan, Bantul. Ia ditangkap 3 Februari dengan barang bukti 61 butir pil Alprazolam.

Sedangkan bukti sabu dan ganja disita dari AN (36) warga Kota Yogyakarta yang tinggal di Kecamatan Banguntapan yang ditangkap 19 Februari. AN terancam hukuman paling rendah empat tahun dan paling lama 12 tahun sesuai UU Narkotika.

Untuk pengedar pil psikotropika, polisi mengenakan pasal 62 UU Psikotropika dengan ancaman lima tahun penjara dan bagi pengedar obat-obatan daftar G sesuai pasal 196 UU Kesehatan terancam hukuman 10 tahun penjara.

Archye mengungkapkan jajarannya mengintensifkan operasi pada kejahatan narkotika untuk mengurangi tindak kejahatan klitih. Dimana rata-rata pelakunya dibawah pengaruh narkotika.(set)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *