Geliat UMKM di Kota Yogya saat Transisi Menuju New Normal

by 4 months ago

Yogyakarta – Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Yogyakarta berkomitmen untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19. Sebab di masa transisi menuju new normal, mulai ada peningkatan aktivitas ekonomi.

Salah seorang pelaku usaha kuliner di Kota Yogyakarta, Wisnu Birowo mengatakan akhir-akhir ini memang mulai tampak ada peningkatan pembelian. Namun ia mengaku ada kekhawatiran ketika ramai pembeli.

“Kami khawatir memunculkan klaster baru ketika terjadi kerumunan pengunjung,” katanya dalam Webinar “Transisi Tatanan Baru: Membangkitkan UMKM Yogyakarta, Selasa (23/6) lalu.

Wisnu mengatakan ia bersama pelaku usaha kuliner lain pun berkomitmen untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan dan membuka usahanya. Hal ini dimaksudkan agar selain tetap menekan penyebaran virus, juga supaya aktivitas ekonomi mulai tumbuh. “Kami berkomitmen menerapkan protokol kesehatan. Termasuk melakukan pembatasan pembeli, ketika suasana sudah mulai ramai,” ucapnya.

Ia juga berharap agar para pengambil kebijakan memberikan dorongan dalam bentuk kemudahan-kemudahan regulasi. Sehingga semakin memudahkan pelaku UMKM dalam menjalankan usaha di masa transisi new normal.

Sementara, Kepala Program Studi (Prodi) Magister Arsitektur Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Suparwoko menyebut berdasarkan hasil pemetaannya di pasar tradisional maupun beberapa lokasi usaha di Kota Yogyakarta diketahui pasar tradisional belum disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Seperti masih sedikitnya ketersediaan tempat cuci tangan, kesadaran untuk memakai masker, dan social distancing. “Pedagang pasar di Kota Yogyakarta juga tidak mau diterapkan genap ganjil,” bebernya.

Menurut Suparwoko, hal itu menjadi tantangan bagi Pemerintah Kota Yogyakarta dalam meningkatkan kedisiplinan di pasar tradisional. Sedangkan untuk pedagang yang memiliki paguyuban, dirasa lebih efektif dalam menjalankannya.

“Semakin formal dan terorganisir, maka makin mudah dan potensi untuk pengembangan desain tempat usaha yang mampu merespon protokol kesehatan Covid-19,” kata dia.

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi dalam Webinar tersebut mengatakan, pihaknya saat ini sedang mempersiapkan protokol baru yang baik. Sehingga ketika nantinya new normal mulai diterapkan, maka bisa diimplementasikan dengan baik.

Heru menyebut pihaknya juga telah melakukan beberapa terobosan untuk membantu UMKM bangkit kembali. Seperti pembuatan aplikasi yang memungkinkan para pedagang di pasar tradisional melakukan penjualan secara online, dengan sistem pesan-antar. “Termasuk mendorong koperasi agar berproduksi, karena persoalan utama mereka ada pada produksi dan pemodalan,” paparnya.(rid/roy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *