Golkar DIY Yakini Pasangan Sri-Amin Bawa Sleman Lebih Maju

by 3 weeks ago

Sleman, Koran Jogja – DPD Partai Golkar Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memilih mengusung Sri Muslimatun dan Amin Purnomo sebagai calon bupati serta calon wakil bupati dalam Pilkada Sleman. Keduanya dianggap mampu membawa Sleman lebih maju ke depannya.

Ketua DPD Partai Golkar DIY Gandung Pardiman mengatakan, Sleman membutuhkan pemimpin yang mempunyai kemampuan dan mengetahui segala permasalahan saat ini. Ia meyakini Sri Muslimatun merupakan sosok yang pantas dan bisa membawa Sleman lebih maju. “Tidak hanya ditekak-tekuk dinasti yang ada,” kata dia, dalam Musyawarah Daerah (Musda) X DPD Golkar Sleman di Hotel Indoluxe Sleman pada Selasa (1/9).

Gandung mengungkapkan, pasangan Sri Muslimatun dan Amin Purnomo ini diusung oleh tiga partai yakni Golkar, Nasdem, dan PKS dengan total 14 kursi di DPRD Sleman. Calonnya ini akan bersaing dengan Kustini Sri Purnomo yang merupakan istri bupati saat ini, berpasangan dengan Danang Maharsa. Keduanya diusung oleh PDI Perjuangan dan PAN dengan total 21 kursi.

Selain itu juga pasangan Danang Wicaksana dengan wakilnya Agus Kholik yang diusung PKB, Gerindra, dan PPP dengan total 15 kursi. Ia menyebut jumlah kursi tidak menjadi jaminan calonnya nanti terpilih.

“Jumlah kursi di DPRD banyak, tidak jaminan. Partai hanya mengantarkan ke KPU. Setelah ditarungkan, bukan hanya (bersaing) antar partai. Tapi personalnya bagaimana. Jago harus siap bertarung dalam memperjuangkan visi dan misi,” katanya.

Gandung menyebut, tidak boleh terjadi bupati  yang tidak mempunyai kemampuan dan hanya dikendalikan oleh pihak lain atau bupati boneka. Menurutnya, akan sangat berbahaya ketika nantinya Sleman dipimpin oleh bupati boneka.

“Ini bisa membahayakan rakyat dan bahkan tata pemerintahaan yang ada. Bupati Sleman tidak boleh ada remote kontrol dari siapapun,” ujarnya.

Gandung Pardiman mengatakan, salah satu kandidat yang akan maju sebagai calon bupati di Sleman yakni istri dari bupati Sleman saat ini, Sri Purnomo. Kapasitasnya sejauh ini yakni sebagai penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK).

“Yang maju kan istrinya, kapasitasnya penggerak PKK. Dalam hal pemerintahan, dia mumpuni apa tidak. Kalau tidak mumpuni pasti disetir mantan bupatinya (bupati saat ini). Ini bahaya,” katanya.

Cawabup Amin Purnomo mengatakan, dirinya dengan Sri Muslimatun akan berjuang memenangkan kontestasi politik ini. “Kesempatan emas ini tidak akan saya sia-siakan. Saya akan bejuang bersama bu Mus. Tentu tidak sendiri, kami akan bersama partai koalisi dan masyarakat Sleman,” ucapnya.(rid)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *