Jelang Ramadhan, Anggota DPR RI Minta Stok BBM dan Gas Tak Terkendala

by

Yogyakarta, Koran Jogja – Anggota Komisi VII DPR RI Gandung Pardiman meminta pemerintah menjamin kelancaran stok BBM dan gas menjelang Ramadhan.

“Hal ini sangat penting untuk menjamin tidak terjadi kelangkaan di selama bulan puasa hingga lebaran,” kata Gandung, Jumat (11/3).

Anggota DPR dari Daerah Istimewa Yogyakarta ini berjamin akan mengawal dan mengawasi penuh kondisi di lapangan. Karena jika terjadi kelangkaan maka akan terjadi lonjakan lonjakan harga yang merugikan rakyat.

Gandung menegaskan akan mengawal kinerja lembaga lembaga yang berwenang dalam pengolaan minyak dan gas bekerja lancar melayani masyarakat meski harga minyak dunia belakangan naik turun akibat dampak perang Rusia-Ukraina.

“Harga minyak dunia sekarang satu barrel bisa mencapai US$ 135, jadi di sini perlu pengaturan yang baik. Inilah yang sangat penting,” tegas Gandung.

Gandung mengultimatum jangan sampai di tengah tak stabilnya harga minyak dunia ada pihak – pihak yang secara tak terpuji memanfaatkan demi keuntungan sendiri.

“Saya betul – betul akan memgawal dan mengawasi , jangan sampai ada para pemain itu yang membuat membuat kisruh perekonomian,” papar Gandung.

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi atau BPH Migas menggandeng Komisi VII DPR yang diwakili Gandung Pardiman menggelar sosialisasi kepada masyarakat di Balai Desa Condongcatur, Sleman, Kamis (10/3).

Sosialisasi digelar dalam memberi pemahaman masyarakat soal fungsi BPH Migas khususnya dalam melakukan pengaturan dan pengawasan terhadap pelaksanaan penyediaan dan pendistribusian Bahan Bakar Minyak dan pengangkutan Gas Bumi melalui pipa, dalam suatu pengaturan agar ketersediaan dan distribusi BBM yang ditetapkan Pemerintah dapat terjamin serta meningkatkan pemanfaatan gas bumi di dalam negeri.

“Kami juga sampaikan berbagai pencapaian kinerja BPH Migas sepanjang 2021 kemarin,” ujar Komite BPH Migas Harya Adityawarman.

Harya menambahkan jika tahun 2021 lalu BPH Migas menargetkan setidaknya 76 penyalur migas, namun realisasinya tercapai 78 penyalur.

“Tentunya capaian ini juga tak lepas dukungan dari Pertamina karena badan usaha yang melakukan tugas penataan itu mereka di lapangan,” kata dia.

Target kedua yang tercapai pengendalian JBT atau Jenis BBM Tertentu yang pada tahun 2021 secara skala nasional realisasinya sekitar 99 persen.

” Artinya itu bagus, tidak melebihi 100 persen. Mengapa bagus karena kita berhasil mengendalikan subsidi namanya kompensasi APBN untuk kita jaga supaya tidak melebihi yang sudah ditentukan,” tuturnya.

Target ketiga itu soal PNPB iuran itu yang tercapai melampaui sekitar 1,1 triliun. (Set)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *