Kembali Jual Perabotan, Dwi Dilaporkan Ibunya Lagi Ke Polisi

by

Bantul, Koran Jogja – Tepat sebulan setelah mediasi dan permintaan maaf Dwi Rahayu Saputro (24) ke ibunya Paliyem (53), Dwi kembali dilapokar ke polisi.

Anak tunggal ini kembali menjual perabotan dan sempat menampar ibunya dengan sandal.

Ditemani satu tetangganya, pada Jumat malam (11/2) Paliyem yang tinggal di Dusun Paten, Desa Srihardono, Kecamatan Pundong, Bantul mendatangi Polres Bantul.

Pada November tahun lalu, kasus yang melibatkan ibu dan anak ini viral. Dwi dilaporkan ibunya sendiri karena menjual habis seluruh perabotan bahkan genteng rumah.

Dwi kemudian diamankan polisi pada 25 November dan atas desakan banyak pihak, Paliyem bersedia mencabut laporan serta memaafkan anaknya.

11 Januari kemarin, difasilitasi oleh Kejaksaan Negeri Bantul, Dwi lantas meminta maaf ke ibunya dan tidak berjanji mengulangi perbuatannya lagi.

“Ini diulangi lagi. Katanya sudah tidak mau mengulangi lagi. Ini disampaikan tidak hanya ke saya tetapi juga disaksikan para tetangga,” kata Paliyem.

Dalam ceritanya, dua hari setelah meminta maaf, Dwi malah menjual kompor dan tabung gas pemberian Bupati Bantul Abdul Halim Muslih. Lewat surat yang ditempelkan di pintu, Dwi menyatakan menjual kompor karena tidak punya uang.

Lalu pada 6 Februari, seperangkat meja kursi pemberian dari perusahaan swalayan lokal diangkut tanpa sepengetahuan ibunya yang sedang bekerja.

“Tidak hanya itu, sebelum-sebelumnya beras pemberian Pak Jaksa juga disuruh jual. Katanya dia butuh uang. Bahkan sempat saya ditampar dengan sandal sampai hampir pingsan karena tidak memberi uang sejuta,” jelasnya.

Kamis malam (10/2) kemarin, Dwi kembali berulang dengan berniat menjual lemari dan kursi yang dulu sempat menjadi barang bukti di Polsek Pundong.

Namun usahanya digagalkan oleh Ketua RT dan tetangganya. Setelah kejadian ini Dwi melarikan diri.

“Tidak akan aku cabut (Laporan). Meski ada yang ngasih tahu untuk dicabut, tidak akan aku cabut. Terlalu, tidak bisa dimaafkan,” tegasnya.

Paliyem berharap polisi tidak hanya menangkap anaknya, namun juga perempuan yang menjadikan anaknya tega berbuat begitu.

“Sejak tadi malam dia tidak rumah, mungkin di kontrakan pacarnya di sekitar Terminal Giwangan. Jangan hanya anakku, ceweknya juga,” pintanya. (Set)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *