Kepala BPIP Yudian Jelaskan Ragam Makna Syawalan di UGM

by

Yogyakarta, Koran Jogja – Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi menyatakan syawalan yang hadir sejak jaman kemerdekaan adalah untuk merekonsiliasi kelompok yang sedang tidak harmonis untuk menjadi harmonis kembali.

“Bung Karno dulu mengenalkan syawalan ketika masa pasca kemerdekaan yang kita tahu sedang genting, artinya syawalan juga menjadi strategi diplomasi yang mampu merekonsiliasi kelompok yang sedang tidak harmonis untuk menjadi harmonis kembali,” katanya lewat rilis, Senin (23/5).

Hal disampaika Yudian saat dirinya memberikan tausiyah dalam acara Syawalan Keluarga Alumni Fisipol Gadjah Mada (Kafispolgama), yang diselenggarakan Sabtu (21/5).

Mantan Rektor UIN Sunan Kalijaga ini menerangkan hal yang penting bahwa esensi adaah bermaaf-maafan sebagai aktivitas fundamental.

Ini perlu dilakukan oleh segenap manusia untuk menjaga tali persaudaraan dan menghilangkan rasa pendendam, sehingga manusia terbebas dari sifat-sifat yang jelek.

Melalui tradisi syawalan, harapannya akan lahir hikmah-hikmah yang baru, salah satunya adalah terjaganya tradisi guyub rukun.

“Terminologi guyub diambil dari bahasa Arab yang artinya menurunkan ego sampa dititik normal. Sedangkan rukun berarti menciptakan harmoni yang membentuk sikap gotong rotong bagi masyarakat Indonesia,” paparnya.

Karenanya syawalan memiliki beragam makna spiritual, sosial maupun politik. Dalam tradisi keagamaan, syawalan diartikan sebagai bentuk penyucian diri untuk merontokkan dosa-dosa yang sifatnya horizontal atau hubungan antar manusia.

Dalam sejarah praktik politik, syawalan yang dilabeli halal bi halal ditransformasikan oleh Soekarno sebagai menggalang persatuan di tengah beragam perbedaan aspirasi politik.

Sedangkan pada konteks akuntabilitas, syawalan bisa diibaratkan sebagai momen kita untuk mempertanggungjawabkan prestasi kerja setahun sebelumnya dan memohon maaf kepada sesama atas kekurangan yang terjadi.

Momen Syawalan ini juga digelar untuk merayakan Idul Fitri serta menjadi ajang Silaturrahmi bagi seluruh civitas akademika Fisipol UGM.

Di sela-sela acara Dekan Fisipol UGM, Wawan Mas’udi, mengatakan momen syawalan ini sudah dinantikan para alumni yang terwadahi dalam Kafispolgama. Ini menjadi ajang silaturrahmi antara mahasiswa dengan dosen.

Acara Silaturahmi dan jalalbihalal lintas generasi dan lintas angkatan ini juga dihadiri oleh pejabat-pejabat pemerintah yang juga alumni UGM seperti Mensekneg Pratikno, Menlu Retno LP Marsudi, Menhub Budi Karya Sumadi dan para guru besar UGM. (Set)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *