Selasa, 27 Januari 2026
Koran Jogja

Kunjungan Pasar Beringharjo Jogja Selama Libur Nataru Meningkat

Kunjungan Pasar Beringharjo Jogja Selama Libur Nataru Meningkat. (Pemkot Yogyakarta)
Kunjungan Pasar Beringharjo Jogja Selama Libur Nataru Meningkat. (Pemkot Yogyakarta)

Yogyakata, Koran Jogja – Pasar Beringharjo di Kota Yogyakarta, ramai kunjungan selama momen libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 ini.

Kepala UPT Pusat Bisnis Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta, Agung Dini Wahyudi Soelistyo mengatakan, jumlah kunjungan di Pasar Beringharjo meningkat sejak satu pekan terakhir.

Tercatat sejak Senin (22/12) sampai Minggu (28/12), jumlah pengungjung Pasar Beringharjo ada 6 ribu orang per hari.

Jumlah itu pun hanya lantau dua dan tiga. Jika ditambahkan dengan lantai satu, angkanya bisa lebih besar lagi.

“Jumlahnya bisa semakin banyak kalau digabung. Sebab lantai satu biasanya dua kali lipat dibandingkan lantai atas,” katanya.

Agung mengatakan, jumlah kunjungan Pasar Beringharjo di luar musim liburan sekitar 1.500 orang per hari.

Jumlah ini masih berpotensi meningkat, karena masa libur akhir tahun masih berlangsung.

“Jika dibandingkan tahun lalu, tahun ini lebih meningkat. Mungkin karena wisatawan banyak yang pilih liburan jarak dekat. Jadi Kota Jogja jadi pilihan utama,” katanya.

Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta pun melakukan berbagai upaya untuk memberi kenyamanan bagi pengunjung.

Semisal eskalator dan toilet terus dipantau dan dijaga kebersihannya agar pengunjung merasa nyaman saat berbelanja.

Kemudian juga ada program promosi untuk menarik minat belanja, yakni Beringharjo Great Sale yang telah digelar sejak 15 Desember 2025.

Program tersebut menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang ingin mendapatkan produk dengan harga menarik.

Agung menuturkan, mayoritas pengunjung Pasar Beringharjo datang untuk membeli oleh-oleh khas Yogyakarta, seperti pakaian batik, busana tradisional, hingga berbagai aksesori.

Kemudian juga sektor kuliner di kawasan pasar juga menjadi incaran wisatawan yang ingin mencicipi jajanan dan makanan khas.

“Pengunjung biasanya belanja oleh-oleh, baju, aksesori, dan juga kuliner,” katanya. (*)

Baca artikel lainnya:

Leave a Reply