Menko PMK Puji Kegiatan Keagamaan di Shelter Covid Muhammadiyah

by

Bantul, Koran Jogja – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy memuji kegiatan keagamaan bagi pasien Covid-19 yang dirawat di shelter mikro. Kegiatan ini dinilai mampu meningkatkan imun dan peluang kesembuhan pasien Covid-19.

Muhadjir menyampaikan hal ini berkunjung ke Shelter Gose Isolasi Mandiri’ yang dikelola RS PKU Muhammadiyah Bantul, Kamis (18/2).

“Saya mengapresiasi peñata pelaksanaan, penerimaan, perawatan sampai kegiatan pendukung. Termasuk tata cara pembuangan limbah medis yang sudah sesuai SOP di sini,” katanya.

Jika melihat kondisi ini, Muhadjir mengatakan shelter ini kedepan, jika terjadi kondisi darurat maka bisa berubah peruntukan merawat pasien dengan gejala ringan tidak terbatas pada penderita orang tidak bergejala (OTG).

Namun yang menjadi perhatian Muhadjir adalah kegiatan keagamaan yang dilaksanakan setiap malamnya oleh pengelola bagi pasien. Baginya keagamaan ini sangat membantu penderita Covid-19 yang secara psikologis dalam posisi tidak enak.

“Kegiatan penting dalam menjaga ketenangan, kestabilan mental dan menjauhkan dari stress. Lebih jauh, ini akan meningkatkan imun dan memperbesar peluang kesembuhan pasien,” ucapnya.

Meski bisa diterapkan skala nasional, namun Muhadjir mengatakan pelaksanaannya tidak bisa seratus persen dan pasti berbeda-beda. Tergantung dari kearifan lokal yang ada di satu wilayah.

Tapi keberadaan shelter mandiri ini baginya menjadi contoh yang bisa dikembangkan banyak daerah dengan kemampuan dan kearifan lokal tanpa menghilangkan esensi penting gotong royong.

Saat memberi sambutan Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY Muhammad Isnawan memaparkan shelter dengan kapasitas 32 kamar ini merupakan shelter mandiri kelima yang dibangun.

“Sebelumnya shelter yang sama dibangun di gedung pusat Aisyiyah, kampus Unisa, kampus UMY dan kampus UAD. Ini keseriusan PWM membantu pemerintah memutus rantai penularan Covid-19,” katanya.

Mengenai kegiatan keagamaan dalam pesantren kilat yang digelar setiap malam bagi pasien maupun penyintas Covid-19, Isnawan sudah menjadi tradisi Muhammadiyah.(set)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *