Merapi Siaga, Guguran Sejauh Tiga Kilometer Teramati ke Arah Barat

by

Sleman, Koran Jogja – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi teramati terjadi guguran dengan jarak luncur tiga kilometer dari puncak kea rah barat pada pukul 12.50 WIB, Minggu (8/11). Guguran tersebut merupakan fenomena yang biasa terjadi di Gunung Merapi.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Hanik Humaida mengatakan guguran yang terjadi Minggu (8/11) siang merupakan fenomena yang biasa terjadi di Gunung Merapi.

“Teramati guguran dengan jarak luncur 3000 m mengarah ke barat. Ini merupakan fenomena yang bisa terjadi di Gunung Merapi. apalagi saat ada kenaikan aktivitas Gunung Merapi seperti saat ini. Guguran tadi tidak disertai dengan kejadian awanpanas,” kata dia, Minggu (8/11).

Hanik mengatakan, untuk potensi bahaya saat ini masih sesuai rekomendasi. “Yaitu guguran lava, lontaran material vulkanik dari erupsi eksplosif, dan awanpanas sejauh maksimal 5 kilometer dari puncak Merapi,” ucapnya.

BPPTKG menginfokan bahwa pascaerupsi besar Gunung Merapi pada 2010 lalu, gunung yang berada di perbatasan DIY dan Jawa Tengah mengalami erupsi magmatis. Tercatat erupsi pada rentang waktu 11 Agustus 2018 hingga September 2019.

Seiring dengan berhentinya ekstrusi magma, Gunung Merapi Kembali memasuki fase intrusi magma baru yang ditandai dengan peningkatan gempa vulkanik dalam (VA) dan rangkaian letusan eksplosif sampai dengan 21 Juni 2020.

Aktivitas vulkanik terus meningkat hingga saat ini. Hal tersebut berdasarkan data hasil pemantauan aktivitas vulkanik, seperti kegempaan dan deformasi yang masih terus meningkat. Kondisi tersebut dapat memicu terjadi proses ekstrusi magma secara cepat atau letusan eksplosif. Potensi ancaman bahaya berupa guguran lava, lontaran material dan awan panas sejauh 5 km.(rid)