Ngangeni, Resep Ikan Kali Progo Ndalem Saryantan

by

Bantul, Koran Jogja – Berbekal resep rahasia dari ibunya, Saryanto mendirikan rumah makan yang khusus menyajikan olahan ikan kali. Menariknya, ‘Ndalem Suryantan’ tidak hanya mengandalkan menu sebagai daya tarik. Lokasi yang dikonsep kebun liar di pinggir Kali Progo menjadikan pelanggan kangen.

Berada di pinggir pertemuan (Tempuran) Kali Progo dan Kali Bedog, Ndalem Suryantan ada di Dusun Mangir, Desa Sendangsari, Kecamatan Pajangan, Bantul rumah makan didirikan sejak 2018 lalu.

“Ibu saya Sarima atau biasa dipanggil Ibu Angkat oleh warga sini dikenal sebagai pedagang olahan ikan kali khusus wader goreng yang ditangkap dari Kali Progo,” jelasnya Kamis (30/6).

Terjuan langsung pasca gempa pada 2006, Saryanto mengisahkan dirinya awal mula mengembangkan usahanya di rumahnya yang berjarak 500 meter dari lokasi sekarang.

Baginya pemilihan lokasi yang sekarang dijadikan Ndalem Suryantan memiliki cerita sendiri. Dirinya sempat dianggap warga nekat karena berani membayar tanah yang dinilai tidak memiliki potensi dengan harga tinggi.

“Saat itu harga tanah di sini sekitar Rp50 ribuan per meter. Namun karena saya melihat potensi yang menarik, saya berani membayar Rp150 ribu per meter. Bagi masyarakat sini saya dianggap nekat,” jelasnya.

Membiarkan pepohonan tumbuh liar tanpa didepan, Saryanto lantas menghadirkan bangunan inti berupa joglo yang merupakan tempat pertemuan. Kemudian beberapa tempat makan dan pondok yang disebar di beberapa titik.

Dirinya secara khusus memang mengkonsepkan rumah makannya sebagai kebun di pinggir kali. Selain menikmati guguran daun saat makan, konsumen juga bisa menyapa peternak yang lewat usai mencari rumput. Saryanto tetap membebaskan warga melintas di tengah-tengah tempat makan asalkan sopan kepada konsumen.

Terkait dengan menu, selain Ikan Wader, Ndalem Suryantan juga menyajikan olahan dari Ikan Kutuk (Gabus) maupun Ikan Sidat yang kesemuanya merupakan ikan langka. Untuk setiap porsinya pengunjung cukup membayar Rp20-30 ribu.

“Khusus Ikan Wader saya hanya menyajikan ikan yang ditangkap dari Kali Progo dibandingkan dari sungai lain atau danau. Wader Kali Progo karena hidup di air deras, dagingnya lebih liat dan teksturnya lebih kenyal,” ungkapnya.

Dengan Ikan Wader per Kg-nya mencapai Rp35 ribu, Saryanto terkadang harus mendatangkan bahan baku dari daerah lain yang berada di pinggiran Kali Progo.

Meski tidak mengejar omset harian, Saryanto mengaku jika dalam sehari pendapatannya dari kunjungan konsumen mencapai Rp500-1 juta.

Tidak hanya berasal dari para pengunjung yang ingin menikmati sajian ikan kali, pengunjung terkadang datang hanya karena ingin menikmati suasana kebun di pinggir kali.

“Kalau pengunjung yang hanya makan tidaklah banyak setiap harinya, namun terus meningkat. Pelanggan yang datang didominasi oleh rombongan besar yang menggelar rapat maupun reuni. Mereka terus kembali karena di sini sejuk, nyaman dan terpencil sehingga tidak bising,” tutup Saryanto. (Set)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *