Pembangunan Infrastruktur di Bantul Masih Dibutuhkan

by 2 weeks ago

Bantul, Koran Jogja – Wakil Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyatakan pembangunan infrastruktur masih dibutuhkan di berbagai desa. Keberadaan infrastruktur menjadi penopang perekonomian.

Hal ini ditegaskan Halim usai menghadiri syukuran pembukaan jembatan Dzikrul Ghofilin yang melintas di atas Sugai Bedog, Minggu (13/9). Jembatan ini menghubungkan Dusun Kentolan, Desa Guwosari, Pajangan dan Dusun Gandekan, Desa Bantul, Kecamatan Bantul.

“Sampai hari ini keberadaan pembangunan infrastruktur masih dibutuhkan di Bantul. Terutama di berbagai desa yang memiliki keunggulan sektor ekonomi,” kata Halim.

Halim yang maju dalam Pilkada 2020 menyatakan berbagai desa seperti di kecamatan Pleret, Dlingo dan Pajangan masih sangat membutuhkan pembangunan infrastruktur.

Selain jalan desa, pembangunan jembatan beton di daerah yang terpisah sungai juga menjadi prioritas.

“Keberadaan infrastruktur akan menjadi penopang perekonomian desa. Produk pertanian, produk kerajinan dan berbagai unggulan perekonomian lain akan mudah dipasarkan karena ada aksesnya,” ucap bakal calon Bupati yang berpasangan dengan Joko B Purnomo.

Karena itulah, Halim menyatakan pembangunan infrastruktur di Bantul akan menjadi prioritas.

Jembatan Dzikrul merupakan satu dari enam jembatan di Bantul yang hancur karena badai Cempaka 2018. Tercatat enam jembatan selama dua tahun ini diselesaikan dengan anggaran dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

Tokoh masyarakat Kentolan, R Dalijan menyatakan sebagai wujud syukur hadirnya jembatan ini warga kedua dusun mengadakan tasyakuran di badan jembatan.

“Jembatan ini adalah perjuangan seluruh masyarakat selama 20 tahun. Keberadaannya sangat membantu masyarakat,” ucapnya.

Ia bercerita, dulu sebelum ada jembatan warga kedua dusun harus menyeberang sungai untuk mencapai sisi lainnya. Sempat terbantu dengan hadirnya jembatan dari sesek yang merupakan swadaya masyarakat.

Namun sayangnya jembatan sesek itu hanyut terterjang rumput bambu saat bencana badai Cempaka.

“Ini murni sykuran, tidak ada kaitan dengan politik. Karena tanpa ada campur tangan orang-orang besar, jembatan ini tidak bakal terwujud,” ucapnya.(set)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *