Pemkab Bantul Tutup Pasar Yang Pakai Dirham

by
Dirham Pasar di Bantul

Bantul, Koran Jogja – Dinas Perdagangan Bantul menutup tiga lokas di tiga kecamatan berbeda yang selama ini dijadikan pasar muamalah yang menggunakan uang Dirham dan fulus sebagai alat pembayaran. Pengelola pasar merupakan satu jaringan dengan pasar yang sama di Depok, Jawa Barat.

“Benar kami menutup tiga lokasi yang selama ini dijadikan pasar muamalah dengan pengelola bernama Kusnaini per hari ini,” kata Kepala Disdag Bantul Sukrisna Dwi Susanta, Jumat (5/2).

Ketiga lokasi pasar ini berada di Jalan Parangtritis Km 3 Desa Bangunharjo, Kecamatan Sewon kemudian di dekat RSUD Panembahan Senopati Bantul dan ketiga di Kecamatan Sedayu. Pasar merupakan pasar tiban yang beroperasi setiap Minggu Legi.

Dalam transaksinya, 40 pedagang yang mayoritas adalah penjaja makanan ringan ini menggunakan Dirham yang terbuat dari perak dengan nilai Rp70.350 atau setengah Dirham senilai Rp30.750. Kemudian ada fulus yang terbuat dari tembaga dengan nilai satu koin nya Rp3.000,-.

“Meski mendukung perekonomian usaha dan rakyat kecil, sebenarnya kami mendukung keberadaan pasar ini. Namun pelanggaran penggunaan mata uang pembayaran yang selain rupiah ini melanggar UU nomor 7/2011 tentang alat pembayaran sah,” lanjut Sukrisna.

Dari pengakuan Kusnaini, dipastikan keberadaan tiga pasar ini merupakan satu jaringan dengan pasar yang dikelola Zaim Saidi di Depok, Jawa Barat yang kemarin ditutup dan diamankan polisi.

Sukrisna mengatakan pihaknya tidak menangkap Kusnaini namun pihaknya menutup sementara pengoperasian pasar muamalah ini hingga da pernyataan dari pengelola kedepannya tidak bakal menggunakan uang selain Rupiah untuk pembayaran yang sah.(set)