Penanganan Limbah Medis, Desa Minta Dilibatkan

by

Bantul, Koran Jogja – Lurah Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Bantul, Wahyudi Anggoro Hadi meminta pemerintah mempermudah pemerintah desa (Pemdes) turut mengelola sampah medis infeksius. Sampah medis yang tak terkelola baik menjadi ancaman dalam penyebaran virus.

Permintaan ini disampaikan Wahyudi kepada Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy saat berkunjung ke shelter RS Patmasuri, Kamis (18/2).

“Sampah medis infeksius yang berasal dari shelter mandiri maupun keluarga seperti masker, tisu maupun lainnya jika dibiarkan bakal menjadi ancaman penyebaran virus. Pemdes mampu mengelola dengan baik,” katanya.

Wahyudi mengatakan keinginan desa ini saat ini terkendala proses pengurusan perizinan dari Kementerian Kesehatan dan Kementerian Lingkungan Hidup. Sebagai contohnya bagaimana pihaknya harus mengurus sampai Kementerian KLH hanya untuk alat pembakaran sampah medis.

Di Panggungharjo, setiap Dasawisma diwajibkan memiliki tempat sampah khusus menampung limbah medis yang nantinya akan diambil setiap hari oleh pengelola sampah desa dengan alat khusus.

“Limbah-limbah ini kemudian dimusnahkan dengan insinerasi hingga 700 derajat celcius. Ini upaya kami melindungi kelompok masyarakat rentan yaitu lanjut usia dan mereka yang memiliki komorbid,” lanjutnya.

Wahyudi mengatakan permasalahan sudah disampaikan ke Menko PMK Muhadjir untuk dibantu melobi agar diberikan kemudahan dan kelonggaran desa mengelola sampah medis. Muhadjir menurutnya tadi berjanji bakal membicarakan bersama Kementerian terkait.

Di shelter RS Patmasuri, Muhadjir sempat berbincang dengan pasien yang dirawat dan ia siapapun masyarakat terbuka saat dilakukan penelusuran maupun pengetesan.
“Jangan bersembunyi dan kuatir dengan stigma yang tidak baik ketika dinyatakan positif Covid-19,” ucapnya.(set)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *