Pengangguran Capai 24 Ribu, Pemda Bantul Gelar Job Fair Virtual

by

Bantul, Koran Jogja –Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnaketrans) mencatat hingga akhir 2020 kemarin terdapat 24 ribu pengangguran di Bantul. Sebanyak 2.000 lowongan kerja ditawarkan secara online pada 12-14 Juli.

“Pameran lowongan tenaga kerja secara virtual atau online ini sebagai solusi pemberian informasi kepada pencari kerja selama pandemi. Ajang ini akan kita gelar selama tiga hari,” kata Plt. Kepala Disnakertrans Bantul, Ari Suhariyanta, Senin (12/7).

Bekerjasama dengan ratusan perusahaan, baik yang berkantor di Daerah Istimewa Yogyakarta maupun luar daerah. Bursa kerja virtual ini menawarkan hingga 2.000 lebih lowongan yang bisa diminati para pencari kerja.

Para pencari kerja menurut Aris bisa mengakses informasi di www.jobfairbantul.com dan memenuhi beberapa persyaratan yang diwajibkan sebelum mengirimkan aplikasi lamaran ke lowongan yang diminati.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan angka pengangguran di Bantul mengalami penurunan. Apalagi di tengah masa pandemik seperti ini banyak perusahaan yang melakukan pemutusan hubungan kerja,” lanjutnya.

Disnakertrans mencatat, sejak pandemi tahun lalu, sebanyak 7.000 warga Bantul mengalami pemutusan hubungan kerja. Jika ditambahkan pada tahun sebelumnya, 2019, yang berjumlah 17.000 maka sampai akhir tahun kemarin terdapat 22.000 warga Bantul yang tidak memiliki pekerjaan.

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih meminta perusahaan-perusahaan swasta yang memiliki kemampuan membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya. Salah satu dukungan yang bakal diberikan Pemda adalah mempermudah investasi di Bantul.

“Kami berharap banyak perusahaan yang masuk dan menciptakan lapangan pekerjaan. Jadi job fair ini salah satu cara agar pengangguran dapat dientaskan,”ungkapnya.‎

Halim menambahkan dalam perkembangan teknologi dan informasi. Khususnya di era revolusi industri 4.0 serta dan pandemi mengakibatkan hilangnya berbagai pekerjaan. Tapi kondisi ini juga memunculkan jenis pekerjaan baru yang membutuhkan inovasi dan kreasi.

“Saat ini dibutuhkan semangat menggelorakan inovasi atau mati. Perkuat diri dengan berbagai keterampilan dan kompetensi kerja. Bahkan jika perlu kuasa bahasa asing. Saya percaya jika itu dikuasai maka akan memiliki daya saing,” tegasnya.(set)