PKS DIY Dorong Peran Perempuan Atasi Dampak Pandemi

by

Yogyakarta, Koran Jogja – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Daerah Istimewa Yogyakarta mendorong perempuan lebih banyak mengambil peran dalam pemulihan ekonomi dan pengokohan keluarga di masa pandemi Covid-19. Dengan kekuatan dan kemampuan beradaptasi lebih baik, perempuan dianggap tangguh menghadapi perubahan.

Ini disampaikan Ketua DPW DIY M Agus Mas’udi usai pelantikan kepengurusan secara online Majelis Pertimbangan Wilayah (DPW) PKS oleh DPP di kantor PKS, Kota Yogyakarta, Minggu (14/2).

“Keterwakilan perempuan di kepengurusan periode 2020-2025 yang mencapai 30 persen bukan sekedar memenuhi aturan. Namun merupakan langkah nyata PKS mendorong peran perempuan lebih besar dalam mengatasi berbagai tantangan, termasuk sekarang mengatasi pandemi,” kata Agus.

Menurut pandangan Agus, dengan jumlah yang lebih banyak dibandingkan pria, lebih tanggung dan lebih multitasking perempuan menjadi makhluk yang lebih tangguh dan kokoh menghadapi situasi dibandingkan pria.

Saat ini peran perempuan menurutnya sangat dibutuhkan untuk membantu pemulihan ekonomi sekaligus mengokohkan dan memperhatikan keluarganya. Pasalnya pandemi yang sudah berlangsung hampir setahun ini berdampak pada timbulnya masalah sosial dan ekonomi yang memberatkan kehidupan rakyat.

“Dalam bidang ekonomi, peran perempuan dalam pemulihan ekonomi mikro sangat besar. Karena itu kami meminta pemerintah memberikan perhatian besar karena UMKM menjadi penyangga terbesar ekonomi di DIY,” ujar Agus.

Ketua Bidang Pemberdayaan Jaringan Usaha dan Ekonomi Kader Sumaryatin mengatakan sejak awal pandemi PKS sepenuhnya fokus untuk tetap menggerakan ekonomi rakyat dengan program ‘Jogja Gumregah’.

“Melalui program ini kita ingin membuktikan kader PKS peduli bersama pemerintah untuk berjuang bersama mengelola ekonomi dan ketahanan keluarga. Saat ini kita inginkan pro cash (dukungan uang tunai) di masyarakat berjalan baik dan terus bergerak,’ katanya.

Selain itu, PKS melalui dalam ‘Rumah Keluarga Indonesia’ (RKI) yang bakal hadir di setiap desa di DIY akan mendorong lebih besar peran perempuan dengan memberikan banyak pelatihan berbasis ekonomi untuk mendukung keluarga.

“Berbagai program yang kami canangkan selama pandemi ini tidak akan berjalan sesuai harapan jika dukungan dari pemerintah, seperti kelancaran internet untuk berkomunikasi dengan luar tidak terjamin,” kata Ketua Bidang Ekonomi Keuangan Industri Teknologi dan Lingkungan Hidup PKS Ekantini Puji Basuki.(set)