PSBB, Yogyakarta Minta Jakarta Konsekuen

by 2 weeks ago

Yogyakarta, Koran Jogja – Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memintya Jakarta konsisten ketika memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang rencananya mulai 14 September mendatang.

Wakil Ketua Gugus Tugas Covid-19 DIY, Biwara Yuswantana mengatakan, dampak dari PSBB ke DIY tentunya tergantung pula dari kondisi di Jakarta. “Kami berharap DKI Jakarta melakukan ketentuan yang ketat apabila ada orang yang melakukan mobiltas. Konsekuensinya kan seperti itu,” kata dia saat dihubungi melalui telepon pada Jumat (11/9).

Biwara mengatakan, pihaknya sampai saat ini belum mengeluarkan kebijakan berupa pemeriksaan di jalur-jalur masuk ke DIY seperti saat menjelang lebara beberapa waktu lalu. Sebab kondisi saat ini telah berbeda jika dibandingkan dengan ketika itu.

“Di jalan kami belum mempunyai rencana melakukan pemeriksaan. Karena aktivitas semakin banyak akan sulit membedakan apakah pemudik atau masyarakat yang berkativitas karena kondisi ekonomi mulai bergerak,” ucapnya.

Biwara mengatakan, saat ini yang bisa dilakukan yakni memperkuat pengawasan terhadap pendatang terutama di tingkat desa, dusun, kampung. Untuk kemudian penerapan protokol kesehatan kedatangan dengan maksimal.

“Kalau memang kemudian perlu ada pengaturan akses masuk kampung supaya pengawasan bisa efektif itu ya kondisional di tingkat desa masing-masing. Tapi yang jelas kan kita harus tahu persis siapa yang masuk ke wilayah kita. Siapa yang akan berinteraksi dan kontak langsung dengan masyarakat,” kata kepala pelaksana BPBD DIY ini.

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan, pengawasan terhadap pendatang masih sama seperti saat awal masa pandemi. Yakni mereka yang datang harus lapor ke RT atau RW setempat.

“Para pendatang juga diwajibkan untuk menunjukkan hasil rapid tes serta melakukan isolasi mandiri selama 14 hari,” katanya.

Heroe mengatakan, saat ini pihaknya hanya menguatkan kembali kepada warga supaya lebih waspada saja. “Kami imbau lagi untuk meningkatkan antisipasi dan kehati-hatian. Karena tidak ada aturan yang berubah atau penambahan aturan baru,” pungkasnya.(rid)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *