Radio Edukasi, Belajar Mudah dan Murah Kala Pagebluk

by

Kulon Progo, Koran Jogja – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta kembali memberikan sumbangsih nyata kepada masyarakat di kala pandemi. Kali ini melalui Lembaga Penelitian, Publikasi, dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) dibantu KKN Muhammadiyah Mengajar, sukses meluncurkan saluran dan juga studio Radio Suara Edukasi di Sekolah Dasar Muhammadiyah Penggung, Kecamatan Kokap, Kulonprogo, DIY, Rabu (17/2).

Sebagai reaksi dari situasi pandemi yang masih belum tahu kapan akan berakhir, Radio Suara Edukasi diharapkan hadir sebagai solusi baru dalam kegiatan belajar mengajar.
Hal itu disebabkan, sekolah-sekolah saat ini terpaksa melaksanakan KBM dari rumah. Situasi ini sudah berjalan hampir satu tahun, dan menjadi kejenuhan yang tak kunjung berujung bagi guru maupun siswa.
Maka dari itu, UMY yang telah berkomitmen untuk terus optimis dan bergerak maju, memberikan inovasi dan solusi yang terjangkau bagi semua kalangan masyarakat untuk mengatasi problema tersebut dengan adanya Radio Suara Edukasi.
“Solusi yang ditawarkan terbilang murah dan terjangkau untuk seluruh lapisan masyarakat khususnya Kulonprogo dengan Radio Suara Edukasi ini,” ujar Rektor UMY Dr. Ir. Gunawan Budiyanto MP., IPM langsung melalui saluran Radio Suara Edukasi.
Apalagi di daerah sekitar SD Penggung masih belum terjangkau jaringan internet yang mumpuni. “Sehingga ini menjadi alternatif yang sangat bagus sebagai media pembelajaran di era sekarang (pandemi),” imbuhnya.
Radio Suara Edukasi yang memiliki tagline Sekolah di Udara dapat diakses pada jaringan 107.8 Mhz. Menurut Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Penggung Ririn Agustian S.Pd.I bahwa adanya program ini menjadi angin segar bagi guru-guru SD Muhammadiyah Penggung, karena dapat memberikan alternatif belajar yang baru bagi siswa.
“Jujur saja, siswa sudah banyak yang mengeluh dengan kondisi belajar saat ini. Jadi ini menjadi angin segar bagi kami untuk menjadikan Radio Suara Edukasi sebagai media pembelajaran yang baru,” serunya.
Selain itu juga, Radio Suara Edukasi menjadi salah satu daya tarik masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di SD Muhammadiyah Penggung.
“Karena Radio Suara Edukasi sudah masuk sebagai ekstrakurikuler baru, jadi siswa bisa mencoba menjadi penyiar,” tukas Ririn.

Kelompok KKN 01 UMY Muhammadiyah Mengajar yang dihadirkan di SD Muhammadiyah Penggung, akan bertugas membentuk program pembelajaran menggunakan radio tersebut. Ada harapan kegiatan ini akan terus berlanjut, dan akan lahir karya-karya baru dari siswa melalui media Radio tidak hanya untuk media pembelajaran saja.(rls)