RS Sardjito Kembangan Stem Cell Pengobatan Covid-19

by

Sleman, Koran Jogja – Bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) UGM, tim RSUP Dr.Sardjito Yogyakarta mengembangkan terapi stem cell atau sel punca untuk pengobatan pada Covid-19.

Izin penggunaan telah didapatkan dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dan direncanakan masuk sebagai terapi standar penanganan Covid-19 Kementerian Kesehatan.

Ketua Tim Pokja Stem Cell Samekto Wibowo menjelaskan terapi injeksi sel punca adalah metode pengobatan dengan penyuntikan sel induk untuk penyakit seperti stroke, jantung, hingga parkinson.

“Kami mengembangkan sistem ini untuk kesembuhan pasien Corona dengan metode uji klinik acak buta ganda terkontrol (Randomized, Double-Blind Placebo Controlled Trial). Metode dengan standar tertinggi untuk penelitian obat pada manusia,” kata Semekto, Jumat (16/4).

Melibatkan sembilan pasien corona, pemberian injeksi Stem Cell telah dilakukan dan ditargetkan hasil penelitian diketahui September mendatang untuk menjadi sampel uji dan dievaluasi.

“Berapa persen yang sembuh, tidak sembuh, tingkat keberhasilan, serta efek sampingnya dan sebagainya. Itu dibuka pada akhir,” ujarnya.

Sekretaris Tim Pokja Stem Cell, Rusdy Ghazali Malueka, mengatakan sebelum penelitian lebih lanjut, timnya telah menerapkan injeksi stem cell pada pasien corona di RSUP Dr Sardjito berusia 63 tahun pada Januari 2020.

“Seminggu pasca Stem Cell, hasil rontgen dada pasien menunjukkan perbaikan yang signifikan di paru-paru. Hasil ini mendorong tim melakukan penelitian ini,” ujar Rusdy.

Stem Cell ini berbeda dengan terapi plasma konvalesen. Plasma konvalesen mengambil plasma dari orang yang sudah terinfeksi karena ingin mengambil komponen kekebalannya.

“Sedangkan terapi Stem Cell mengambil dari orang normal yaitu dari tali pusat bayi didonorkan kemudian dikembangkan di lab. Tali pusat itu isinya Stem Cell semua dan bisa membelah eksponensial,” ujar Rusdy.

Hasilnya, donor ini menghasilkan stem cell yang banyak jumlahnya untuk dipakai di banyak pasien. Sistem ini bekerja memperbaiki fungsi-fungsi organ-organ yang rusak seperti paru. Khusus untuk pasien terpapar Covid-19, terapi ini memberikan peluang kesembuhan 2.2 kali lipat.

Bagi pasien corona, sebelum mendapatkan terapi ini, wajib dipastikan fungsi ginjal dan hatinya baik. Kemudian dia juga tidak boleh punya riwayat kanker.

“Terpapar derajat Covid-19 berat kita masukkan. Tujuannya agar yang sudah berat tidak sampai masuk ke kritis,” lanjutnya.(set)