Salah Lawan Guyon, Chandit Tewas Ditebas

by

Bantul, Koran Jogja – Warga Pendusunan Semail, Desa Bangunharjo, Kecamatan Sewon, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta dikejutkan kasus penganiayaan dengan kekerasan hingga menyebabkan korban meninggal pada Kamis malam (14/1) pukul 19.22 WIB. Polisi menduga motif pelaku melakukan pembacokan karena tersinggung ucapan pelaku saat panggilan video.

Identitas korban yang meninggal adalah Chandit Wahyudi (40) warga Boyolali yang selama ini tinggal di Kecamatan Kretek. Sedangkan pelaku pembacokan adalah residivis empat kasus berbeda, Afrilian Christiantoro (28) warga RT 05, Dusun Semail.

“Kejadian bermula dari kedatangan korban ke rumah Abrid Kurniawan di RT 02, Semail yang menjadi tempat kejadian perkara. Dari sini korban lantas melakukan panggilan video ke temannya bernama Bejo yang berada di rumah pelaku,” kata Kapolsek Kompol Suyanto di Mapolsek, Jumat siang (15/1).

Saat berbicara dengan pelaku, korban yang sebenarnya kenal ini menyatakan kata-kata “Pie dipateni ta?” atau dibunuh. Mendengar kata-kata ini pelaku yang sedang dalam pengaruh minuman keras tersinggung. Tidak lama dia lantas pamit ke rekan-rekannya untuk mencari korban.

Sesampainya di TKP, pelaku sekali lagi menyatakan tantangannya kepada korban, intinya apakah jadi membunuh dirinya. Melihat korban hanya tersenyum, pelaku lantas membacok korban dengan parang dan mengakibatkan luka sabetan parah di leher sisi kanan hingga menyebabkan meninggal di tempat.

“Kami menduga ungkapan ‘tak pateni’ itu adalah kata-kata guyon. Pasalnya korban di komunitas vespa dikenal bicara terbuka dan senang guyon. Cuma kali ini dia menemukan lawan salah dalam menyampaikan guyonannya,” jelas Kapolsek.

Pelaku yang ditangkap setengah jam usai kejadian saat mengemas pakaian, Kapolsek dijerat pasal 355 KUHP dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.(set)