Selama 2020 Pertumbuhan Ekonomi di DI Yogya Turun 2,69 Persen

by
Koran jogja

Yogyakarta, Koran Jogja – Pertumbuhan ekonomi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalami penurunan sebesar 2,69 persen selama 2020. Perlambatan laju ekonomi tersebut mengakibatkan beberapa sektor di DIY mengalami penurunan cukup signifikan, terutama sektor transportasi.

Meski demikian, sektor informasi dan komunikasi, kesehatan, dan pendidikan masih mengalami kenaikan. Hal ini diungkapkan Kepala Bappeda DIY, Beny Suharsono pada Forum Konsultasi Publik mengenai Penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) 2022 DIY, Rabu (10/02) lalu secara daring.

Sesuai dengan tema RKPD 2022 yakni “Pengembangan SDM Unggul dan Sektor Strategis untuk Pemulihan Sosial Ekonomi di DIY”, pembangunan di Yogyakarta akan mengutamakan pembentukan SDM unggul, pemulihan sosial ekonomi masyarakat, dan kualitas infrastruktur dasar.

DIY juga menargetkan peningkatan pertumbuhan ekonomi melalui sektor-sektor unggulan dan potensial, antara lain jasa (informasi dan komunikasi; kesehatan), pertanian, wisata, dan industri kreatif.

“Utamanya, proyek prioritas strategis di Yogyakarta adalah 10 Destinasi Wisata Prioritas di daerah Borobudur dan sekitarnya dan pengembangan Science Techno Park untuk mengoptimalisasi Triple Helix 4 universitas utama,” kata Beny.

Bappeda menargetkan pertumbuhan laju ekonomi dari 6,40% menjadi 6,50%, penurunan tingkat kemiskinan dari 8,86% menjadi 8,25%, dan penurunan tingkat pengangguran terbuka dari 2,80% menjadi 2,60% pada 2022.

Untuk mewujudkannya, terdapat beberapa tantangan yang dihadapi antara lain pandemi Covid-19, ketimpangan antar wilayah kabupaten/kota dan kemiskinan yang masih tinggi dan sebagainya. Untuk mengatasi berbagai isu tersebut, Bappeda DIY merumuskan 5 isu strategis yang menjadi prioritas, yaitu peningkatan layanan infrastruktur dasar dalam mencapai target tujuan pembangunan berkelanjutan, penanggulangan kemiskinan, peningkatan kualitas layanan kesehatan, pemulihan ekonomi, dan Jogja Smart Province.

“Kami juga akan lakukan terus pemulihan ekonomi yang terdampak Covid-19 di sektor pariwisata, sektor koperasi dan UMKM, sektor perindustrian, dan perdagangan,” kata Beny.(rls)