Soal Merapi, Sultan: Warga Tahu Bahayanya

by

Yogyakarta – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X menyebut masyarakat di lereng Merapi sudah tahu mengenai ancaman bencana yang mengintainya. Sewaktu-waktu ketika terjadi erupsi Merapi mereka pun akan segera mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Sri Sultan mengatakan tidak perlu meragukan mitigasi bencana warga di lereng Merapi. “Selama ini warga sekitar lereng Merapi tahu persis. Biarpun kami mengatakan bahaya, tapi masyarakat tahu persis. Selama tidak ada hewan yang akan mengungsi, selama itu tidak akan ada lava yang turun mereka juga tahu itu. Hal-hal seperti itu, tidak usah diragukan,” katanya pada Kamis (9/7).

Sri Sultan mengatakan barang-barang berharga milik warga selama ini juga tidak disimpan di dalam lemari. Namun sudah disiapkan di dalam suatu wadah yang bisa langsung dibawa ketika terpaksa mengungsi.

“Jadi surat berharga seperti surat tanah, uang, emas, sudah dikasihkan di kain ditaleni (diikat). Ya itu yang dibawa pergi. Mereka nggak usah diajari. Apalagi yang ngajari orang kota, nggak ngerti. Dia yang lebih ngerti, jadi nggak usah khawatir,” ucapnya.

Sri Sultan mengatakan memang ada aktivitas Gunung Merapi belakangan ini. Namun karakternya sudah berbeda dibandingkan sebelum 2010 silam.

“Kalau saya ya, Merapi itu dulu aktivitasnya 4 tahun sekali. Tapi sekarang kan lebih dari 4 tahun, 8 tahun baru aktivitas. Kan wis bedo (sudah berbeda karakter). Walaupun ada aktivitas mengeluarkan magma kan jaraknya terbatas tetap di atas (sekitar puncak),” ucapnya.

Sri Sultan mengungkapkan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta juga akan melakukan pemasangan peralatan untuk identifikasi aktivitas Merapi.

“Karena yang kemarin ada yang rusak, bagi saya itu lebih baik. Harapan saya dengan teknologi yang lebih canggih sangat penting untuk memperingatkan publik,” katanya.

Sri Sultan berharap agar peralatan tersebut tidak lagi dicuri atau dirusak. “Karena itu barang penting, dipasang terus hilang kan susah. Mosok neng tengah segoro yo ilang (alat peringatan dini deteksi gempa di tengah laut) kan susah yang untuk gempa itu. Hal seperti ini jangan terjadi lagi, kita juga tahu (dampak) yang terjadi pada erupsi 2010,” ucapnya.(rid/roy)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *