Sultan HB II Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

by

Yogyakarta – Sempat dicalonkan medio 2006 silam, keturunan dan Lembaga Cahaya Nusantara YANTRA kembali mengusulkan Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) II menjadi pahlawan nasional. HB II dinilai mampu menjaga intergritas dan kekuasaan Kasultanan Yogyakarta melawan penjajah.

Pengusulan resmi disampaikan Rabu (15/7) oleh salah satu keturunan trah HB II Fajar Purwanto dan Kordinator YANTRA Hagno Hartono di lobi sebuah hotel di Kota Yogyakarta.

“Terlahir dengan nama Soendoro, HB II merupakan pemimpin yang fenomenal dan konsisten melawan kolonialisme Belanda sepanjang hidupnya, hingga diasingkan berulang kali,” kata Fajar.

HB II memandang Belanda telah melakukan intervensi terlalu jauh dalam kehidupan kraton Yogyakarta yang menurunkan wibawa raja-raja Jawa. Selama masa hidupnya, HB II menjunjung tinggi kebesaran tradisi dan kewibawaan Kesultanan Yogyakarta.

Karena sikapnya yang terus melawan tekanan, tuntutan dan kepentingan penjajah kepada raja-raja Jawa, HB II dua kali diturunkan dua dari tahta (tahun 1811 oleh Daendels dan 1812 oleh Raffles). Bahkan dibuang sebanyak tiga kali sebagai hukuman yang dijatuhkan kepadanya (Penang 1812, Ambon 1817, dan Surabaya 1825)yang dilakukan oleh pemerintah kolonial.

“Proses pengusulan HB II sebagai Pahlawan Nasional akan sesuai perundang-undangan. Tentunya didukung dengan menyiapkan tim riset dan mengundang semua keturunan HB II se-Indonesia untuk mendukung,” kata Fajar.

Hagno Hartono menambahkan, dalam proses pengusulan bermula dari persetujuan keluarga dan keratong Yogyakarta. Kemudian dilanjutkan ke Walikota Yogyakarta, Gubernur DIY, dan ke Kementerian Sosial.

“Kami belum menargetkan waktu kapan bisa mencapai memperoleh gelar tersebut. Kami akan bekerja keras untuk mewujudkannya,” kata Hartono.

YANTRAmenilai penganugerahan Pahlawan Nasional ini akan memberi alternatif tokoh besar bangsa ini untuk dapat diteladani cipta, rasa, karsa, dan karyanya.

Selain tim riset secara akademis, pengusulan ini menurut Ia juga sudah mendapat restu Maulana AI-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya yang merupakan cucu mantu HB II.

“Lami juga akan melakukan rangkaian kegiatan budaya termasuk pementasan Wayang Diponegaran dengan lakon ‘Banjaran Mas Soendoro’ pada Oktober nanti, Peragaan Busana, hingga konservasi situs situ petilasan HB II,” katanya.(nok/roy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *