Selasa, 27 Januari 2026
Koran Jogja

Teknik Jepang untuk Menghentikan Berpikir Berlebihan

Teknik Jepang untuk Menghentikan Berpikir Berlebihan. (pexels)
Teknik Jepang untuk Menghentikan Berpikir Berlebihan. (pexels)

Koran Jogja – Filsafat Jepang dengan kesederhanaan dan kesadarannya, tersedia cara efektif mengatasi masalah berpikir berlebihan.

Berpikir berlebihan membuat Anda terjebak dalam siklus kekhawatiran berkelanjutan. Kondisi ini disebabkan karena pikiran-pikiran kecil yang saling memperkuat dan berubah menjadi kecemasan dan stres.

Cara-cara tradisional Jepang ini bisa membantu mengendalikan pikiran tetap tenang. Dilansir dari times of India, berikut sejumlah cara menghentikan berpikir berlebihan dan hidup lebih damai.

Ikigai – temukan tujuan hidup Anda

Ikigai adalah alasan untuk hidup. Anda perlu menemukan makna dan kebahagiaan, yang meliputi apa yang Anda cintai.

Kemudian apa yang Anda kuasai, apa yang dibutuhkan dunia, dan apa yang menopang Anda, semuanya bersatu.

Hidup dengan tujuan akan membuat Anda secara otomatis mengembangkan pikiran lebih fokus dan bermakna.

Menghilangkan berpikir berlebihan bisa membuat pikiran terbebas dari gangguan dan fokus pada apa yang memang benar-benar penting.

Ketika Anda tahu ke mana Anda akan pergi, maka stabilitas emosional bisa tercipta dan kecemasan pun berubah menjadi motivasi.

Kaizen – Langkah Kecil Menuju Kemajuan

Kaizen mengajarkan mengenai perubahan drastis bisa tercapai melalui langkah-langkah kecil yang berkelanjutan.

Banyak orang terlalu rumit karena takut melakukan lompatan besar atau melakukan kesalahan.

Kaizen mendorong supaya Anda bergerak maju alih-alih rasa takuit, sehingga bisa kkonsentrasi pada satu langkah kecil pada satu waktu.

Proses ini menumbuhkan kesabaran, mengurangi stres, dan mendapatkan peningkatan sebagai proses alami dan tenang.

Wabi-Sabi – Merangkul Ketidaksempurnaan

Wabi-Sabi prinsipnya menghormati keindahan dalam ketidaksempuranaan, ketidakkekalan, dan kesederhanaan.

Ini mendorong Anda untuk menerima hidup apa adanya alias tidak sempurna namun tetap bermakna.

Setelah mengetahui bagaimana memandang keindahan dalam entitas yang tidak sempurna, maka pikiran menjadi rileks dan damai menggantikan rasa bersalah pada diri sendiri.

Shinrin-Yoku – mandi hutan untuk kedamaian

Shinrin-Yoku, atau “mandi hutan” merupakan praktik menyatu dengan alam. Anda bisa jalan-jalan santai di hutan, mendengar suara dedaunan atau desiran angin.

Sejumlah hal itu bisa membantu menenangkan sistem sarah. Ritme alam akan memperlambat kebisingan mental dan membantu Anda tetap fokus pada momen saat ini.

Menghabiskan waktu di luar ruangan secara teratur bisa membantu menurunkan hormon stres, meningkatkan kejernihan, dan membuat kembali ke kehidupan tanpa pikiran.

Kintsugi – penyembuhan melalui penerimaan

Kintsugi, merupakan seni memperbaiki keramik yang pecah dengan emas, mengingatkan kita bahwa kekurangan kitalah yang membuat kita indah, bukan hancur.

Ini adalah simbol untuk menerima ketidaksempurnaan dan penyembuhan dalam penerimaan.

Kintsugi mengingatkan Anda bahwa semua pengalaman, bahkan yang menyakitkan sekalipun, membuat kisah Anda lebih kaya.

Ketika Anda memandang diri Anda sebagai pribadi yang utuh meskipun dengan kekurangan Anda, pikiran cenderung lebih lembut dan suara hati lebih welas asih. (*)

Baca artikel lainnya:

Leave a Reply