Teknologi Wolbachia, Cara Berantas Penyakit Demam Berdarah di Yogyakarta

- Jurnalis

Kamis, 13 Agustus 2020 - 09:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yogyakarta – Terhitung sudah sembilan tahun tim riset UGM yang tergabung dalam Word Mosquito Program (WMP) Yogyakarta mengembangkan teknologi wolbachia untuk menekan penyebaran penyakit demam berdarah. Penelitian yang dimulai dari tahun 2011 sebenarnya sudah membuahkan hasil. Setidaknya daerah yang menjadi lokasi riset penyebaran nyamuk berwolbachia di Daerah Istimewa Yogyakarta mampu menurunkan jumlah tingkat insidensi kasus demam berdarah. Namun begitu, penyebaran nyamuk wolbachia akan dihentikan apabila populasinya sudah mencapai sekitar 60 persen. Oleh karena itu, penyebaran nyamuk yang mengandung wolbachia akan terus dilakukan untuk mendapatkan hasil teknologi yang diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Demikian yang mengemuka dalam webinar Festival Inovasi Wolbachia: Inovasi untuk Kemanusiaan yang berlangsung pada hari Rabu (12/8). Seminar virtual yang diselenggarakan WMP Yogyakarta ini menghadirkan dua orang anggota penelitinya yakni Dr. Warsito Tantowijoyo dan Eggi Arguni, Ph.D.

Dr. Warsito Tantowijoyo, mengatakan nyamuk aedes aegypti yang dikenal sebagai vektor pembawa virus dengue apabila di dalam tubuhnya mengandung bakteri wobcahia maka tidak akan mampu menularkan virus dengue ke manusia. Sebab, wolbachia akan menahan replikasi virus dengue di dalam tubuh nyamuk. “Memang tidak nampak ada perubahan pada nyamuk namun virus dengue tidak bisa berkembang karena wolbachia memblokade proses replikasi,” kata pakar entomolog ini.

Tidak hanya menahan laju replikasi bahkan dengan adanya wolbachia dalam tubuh nyamuk akan menyebabkan jumlah virus dengue pun menjadi sedikit. “Potensinya untuk menulari dengue jadi sangat rendah,” paparnya.

Warsito menuturkan penelitian yang dilakukan sejak 2011 yang dimulai dari dusun Kronggahan Sleman ini lalu berlanjutkan di beberapa kecamatan di Kota Yogyakarta ini telah menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Meski awalnya pihaknya kesulitan dalam mensosialisaikan program ini ke masyarakat karena dianggap menyebarkan penyakit demam berdarah dengan melepas nyamuk di sekitar rumah mereka. “Bukan sesuatu yang mudah, bahkan dianggap kontradiktif, di satu sisi selama ini ada program pengendalian nyamuk dan kita malah menyebarkan,” katanya.

Menurutnya di awal riset ini mereka banyak melakukan pekerjaan di laboratorium dengan mengembangkan populasi nyamuk yang mengandung wolbachia. Selanjutnya populasi nyamuk berwolbachia disebarkan di setiap rumah penduduk. Meski populasinya belum mampu mempengaruhi total nyamuk yang ada namun ia berkeyakinan jumlahnya nyamuk wolbachia baik jantan dan betina akan terus bertambah karena akan berkembang biak terus di alam liar. “Kita akan hentikan penyebarannya jika keturunan wolbachia sudah mencapai 60 persen daro total populasi nyamuk di suatu tempat,” katanya.

Eggi Arguni, Ph.D., selaku anggota tim peneliti WMP yang lainnya mengatakan pada tahap awal pelaksanaan penelitain ini pihaknya banyak banyak berdialog dengan masyarakat agar masyarakat bisa diajak kerja sama dalam pengembangan teknologi wolbachia ini. “Kita lebih banyak mendorong komunikasi dengan warga,” ujarnya.

Penerapan teknologi Wolbachia pada nyamuk menurut Eggi tak ubahnya meningkatkan imunitas nyamuk sendiri agar bisa terlindungi dari infeksi virus dengue. “Ini mirip vaksinasi agar nyamuk punya imunitas dari virus,” katanya.

Menurutnya, nyamuk yang yang mengandung wolbachia akan mengalami modifikasi RNA sehingga virus dengue tidak bisa melakukan replikasi di dalam sel tubuh nyamuk.”Nyamuk yang tidak punya wolbachia, replikasi virus dengue sangat tinggi dibanding nyamuk yang ada wolbachianya,” pungkasnya.(rls)

Berita Terkait

Sembilan Pelajar SMP dan SMA Muhammadiyah Al Mujahidin ikuti Konferensi Internasional
GPAI SMP Muh Al Mujahidin Mewakili DIY Maju Apresiasi Guru Tingkat Nasional
3 Pendidikan Tinggi Vokasi di Yogyakarta Luncurkan Pelaksanaan Ekosistem Kemitraan di DIY
Prodi TRPL Politani Samarinda Gelar Pelatihan Penerapan Artificial Intelligence di SD Daarul Hijrah Al-Amin Samarinda
2 Guru SMP dan SMA Muhammadiyah Al Mujahidin Gunungkidul Pelatihan STEM di Singapura
Beasiswa CIMB Niaga 2023, Syarat dan Waktu Tahapan Seleksinya
Siswa MAN 3 Bantul Sabet Emas di Kejurda Judo DIY 2023
Setahun, SMP Muhammadiyah Al Mujahidin Gunungkidul Raih 331 Prestasi
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 25 Januari 2024 - 15:58 WIB

Sembilan Pelajar SMP dan SMA Muhammadiyah Al Mujahidin ikuti Konferensi Internasional

Jumat, 24 November 2023 - 15:24 WIB

GPAI SMP Muh Al Mujahidin Mewakili DIY Maju Apresiasi Guru Tingkat Nasional

Kamis, 21 September 2023 - 08:02 WIB

3 Pendidikan Tinggi Vokasi di Yogyakarta Luncurkan Pelaksanaan Ekosistem Kemitraan di DIY

Senin, 18 September 2023 - 21:53 WIB

Prodi TRPL Politani Samarinda Gelar Pelatihan Penerapan Artificial Intelligence di SD Daarul Hijrah Al-Amin Samarinda

Jumat, 8 September 2023 - 16:48 WIB

2 Guru SMP dan SMA Muhammadiyah Al Mujahidin Gunungkidul Pelatihan STEM di Singapura

Selasa, 22 Agustus 2023 - 14:51 WIB

Beasiswa CIMB Niaga 2023, Syarat dan Waktu Tahapan Seleksinya

Selasa, 15 Agustus 2023 - 14:29 WIB

Siswa MAN 3 Bantul Sabet Emas di Kejurda Judo DIY 2023

Jumat, 14 Juli 2023 - 09:16 WIB

Setahun, SMP Muhammadiyah Al Mujahidin Gunungkidul Raih 331 Prestasi

Berita Terbaru

Tarif Damri Jakarta Surabaya dan Malang Promo, 12 sampai 21 April 2024. (Instagram @damriindonesia)

Cek Jadwal dan Harga

Tarif Damri Jakarta Surabaya dan Malang Promo, 12 sampai 21 April 2024

Minggu, 14 Apr 2024 - 14:35 WIB

Cara Mengubah Aplikasi Default Ponsel Android. (pixabay)

Sains Tek

Cara Mengubah Aplikasi Default Ponsel Android

Minggu, 14 Apr 2024 - 12:53 WIB

Cara Memasak Brokoli Agar Mendapat Manfaat Kesehatan. (pixabay)

Kuliner

Cara Memasak Brokoli Agar Mendapat Manfaat Kesehatan

Minggu, 14 Apr 2024 - 12:05 WIB

Ilustrasi. SIM Keliling Sleman April 2024 Loby SCH dan Satpas Polresta. (dok, Koran Jogja)

Cek Jadwal dan Harga

SIM Keliling Sleman April 2024 Loby SCH dan Satpas Polresta

Sabtu, 13 Apr 2024 - 20:31 WIB

SIM Keliling Bantul April 2024 Setelah Lebaran dan Lokasi Layanan. (Instagram @satlantas_polreskulonprogo)

Cek Jadwal dan Harga

SIM Keliling Bantul April 2024 Setelah Lebaran dan Lokasi Layanan

Sabtu, 13 Apr 2024 - 20:05 WIB