Tersangka Pembina Pramuka SMP N 1 Turi Belum Diberi Sanksi

by 7 months ago

Sleman – Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman belum memberhentikan IYA, guru sekaligus pembina pramuka di SMP N 1 Turi yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian. Sanksi akan diberikan setelah ada hasil dari proses hukum yang dijalani.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman Arif Haryono mengatakan ketika memang status dari IYA merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) maka akan ada sanksi yang diberikan.

“Belum diberhentikan sementara. Untuk sanksi, kami masih menunggu proses hukum yang sedang berlangsung. Tidak bisa, belum apa-apa melakukan penjatuhan sanksi. Harus menunggu keputusan pengadilan kalau sampai pengadilan,” katanya saat dihubungi pada Senin (24/2).

Arif mengatakan sanksi yang diberikan nantinya sesuai ketentuan, apakah masuk dalam pelanggaran ringan, sedang atau berat. “Ya nanti dilihat hasil dari proses hukumnya bagaimana,” katanya.

IYA yang merupakan pembina pramuka dan telah ditetapkan sebagai tersangka telah ditahan di Mapolda Daerah Istimewa Yogyakarta. Selama menjalani proses hukum, yang bersangkutan tidak bisa menjalankan kewajibannya mengajar di SMP N 1 Turi.

Arif menyebut dirinya pun telah berkoordinasi dengan kepala sekolah SMP N 1 Turi supaya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tidak terganggu meski salah satu gurunya tidak bisa mengajar. “Kalau tidak bisa dipenuhi dari internal sekolah, guru bisa didatangkan dari lingkungan sekitar Turi. Kan masih ada sekolah SMP 2 Turi, Kanisius juga ada,” ucapnya.

Kepala Bidang Humas Polda DIY Komisaris Besar Yuliyanto menambahkan IYA merupakan pembina pramuka sekaligus guru di SMP N1 Turi. “Dia statusnya PNS,” katanya.

Yuliyanto mengatakan IYA mempunyai peran yang dominan dalam kasus susur Sungai Sempor yang menyebabkan 10 siswa meninggal dunia dan puluhan luka-luka. “Dia yang menentukan tempat dan menginisiasi kegiatan,” ucapnya.(sip)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *