Tuntut Ganti Rugi, Warga Desa Guwosari Datangi UIN Sunan Kalijaga

by 4 months ago

Bantul – Perwakilan warga Desa Gowosari, Kecamatan Pajangan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendatangi kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada Rabu (17/6). Mereka meminta kejelasan mengenai penyelesaian pembayaran tanah terdampak pengembangan kampus II UIN Sunan Kalijaga.

Perwakilan tokoh Desa Guwosari, Dalijan mengatakan pihaknya mendesak agar UIN Sunan Kalijaga melunasi pembayaran tanah. Sebab uang tersebut dibutuhkan oleh warga Pajangan untuk kehidupan sehari-hari. “Urusan ini tidak hanya di dunia saja dan akan ditanya di akhirat nantinya,” katanya dia, Rabu 17 Juni 2020.

Dalijan berharap menteri ataupun staf terkait supaya meminta kepada Presiden untuk membantu dalam upaya penyelesaian pelunasan tanah 50 warganya. “Supaya nantinya kehidupan di Guwosari bisa terangkat ekonomi, sosial dan pendidikannya,” kata Dalijan.

Sementara, Plt Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Phil. Sahiron mengatakan pembebasan lahan bakal kampus II dilakukan sejak 2015 hingga sekarang. Sedangkan total ganti rugi yang sudah dibayarkan sebesar Rp220,3 miliar dengan total luas tanah 481.676 bidang, dan sisa hutang ganti rugi lahan sebanyak Rp149,5 miliar.

Sahiron mengatakan pihaknya juga telah berulang kali mengajukan anggaran ke Kementerian Agama. Supaya bisa membantu pelaksanaan ganti rugi pada 2020 ini.

“Kalau tidak terbayar sampai tanggal 8 Februari 2021, maka kita harus mengajukan Ijin Penetapan Lokasi (IPL) baru dan nanti harganya untuk ganti rugi lahan lebih mahal lagi. Kita juga sudah mendatangkan Wakil Menteri Agama untuk mensurvai lokasi kampus dan bertemu langsung dengan warga Guwosari, agar bisa segera terselesaikan pembayarannya,” ucapnya.(rid/roy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *