Koran Jogja – Cara menghasilkan uang tambahan untuk meningkatkan penghasilan, bisa dengan mengasah keterampilan dan memonetisasi satu hobi menjadi bisnis.
Ingat lah untuk fokus pada satu hal,m bukan mengikuti tren yang cepat berlalu. Berikut adalah kebiasaan yang bisa meningkatkan penghasilan dan karier,
Anda tidak perlu gelar MBA, keluarga kaya, atau strategi ala guru Instagram untuk bisa meningkatkan penghasilan.
Hal yang Anda butuhkan adalah rencana yang jelas dan disiplin untuk tetap berpegang pada rencana tersebut. Berikut kebiasaan yang bisa membuat Anda mendapat uang.
Perlakukan keterampilan seperti investasi
Jika keterampilan Anda tidak berkembang, penghasilan tidak akan bertambah. Pasar kerja saat ini, orang tidak dibayar berdasar waktu.
Namun berdasar apa yang bisa mereka lakukan. Jadi, Anda bisa membuat komitmen kecil untuk diri sendiri, yakni tingkatkan satu keterampilan. Hanya satu, dan pilih sesuai minat dan bidang Anda.
Anda bisa mempelajari AI dasar dengan mengikuti kursus pemasaran digital atau UI/UX Coba penulisan iklan, penyuntingan video, atau penjualan.
Semua keterampilan itu menawarkan penghasilan tinggi. Kemudian tingkatkan komunikasi atau bahasa Inggis.
Anda perlu tahu, orang yang punya banyak penghasilan adalah mereka yang memadukan teknologi, kreativitas, dan akal sehat.
Pilih satu hobi dan hasilkan uang darinya, kemudian jalankan seperti bisnis kecil
Setiap keluarga tentu punya satu orang yang membuat makanan penutup luar biasa, mengedit reel seperti seorang jenis, memberi rekomendasi buku hebat, atau lebih banyak lagi, tapi tidak menghasilkan satu rupiah pun darinya.
2026 merupakan tahun Anda untuk memonetisasi satu hobi, bukan semua dan bukan sepuluh.
Anda suka memasak? Terima pesanan akhir pekan atau membuat lokakarya online kecil. Suka membaca? Ulas buku di YouTube atau Instagram.
Pecinta mode? Kurasi tamplan barang bekas atau buat reel pentaan gaya. Pecinta uang? Jual templat penganggaran atau adakan sesi mini.
Sering bepergian? Buat panduan atau tawarkan pengalaman Airbnb. Tapi inilah aturannya: Perlakukan ini seperti bisnis, bukan sekadar hobi sampingan. Tetapkan tarif.
Anda juga perlu menetapkan jam kerja. Kemudian tetapkan target bulanan. Hobi hanya akan menjadi penghasilan ketika Anda menekuni secara serius.
Bangun sistem keuangan, bukan sumber masalah
Banyak orang bangkrut karena tidak ada sistem yang mengarahkan uang ke mana harus pergi. Struktur sederhana bisa memengaruhgi separuh stres.
Dikutip dari times of India, ikuti versi dasar aturan 50-30-20: 50% → Kebutuhan Pokok: Sewa, tagihan, cicilan, biaya, belanjaan. 30% → Gaya Hidup: Swiggy, naik taksi, belanja, langganan — hal-hal yang menyenangkan. 20% → Pertumbuhan: SIP, emas, reksa dana, deposito berjangka, aset digital.
Jangan mengejar setiap tren
Media sosial menawarkan cara menghasilkan uang setiap dua pekan. Suatu hari ada tawaran dropshipping. Kemudian hari berikutnya kripto, lalu penjualan kembali ke Amazon, dan konten UGC.
Tapi inilah kebenarannya: orang tidak akan menjadi kaya dengan mengikuti tren. Mereka bisa kaya karena menyelesaikan kebutuhan nyata.
Sebelum menekuni satu bidang, tanyakan ke diri sendiri: apakah orang membutuhkan ini sekarang?
Akankah orang membayar untuk ini satu tahun dari sekarang? Jika jawabannya ya, lanjutkan. Jika tidak, lewati – tidak peduli seberapa trendi idenya. 2026 adalah tentang langkah cerdas, bukan langkah impulsif.
Bangun kehadiran online
Baik Anda seorang mahasiswa atau profesional berpengalaman, satu hal yang akan meningkatkan pendapatan Anda paling cepat adalah ini: Orang-orang harus dapat mencari Anda di Google.
Instagram, YouTube, LinkedIn, atau portofolio Anda bukan “sekadar profil.” Itu adalah identitas digital Anda. Orang-orang dengan kehadiran online mendapatkan: Lebih banyak pekerjaan lepas. (*)
Baca artikel lainnya:
