Jumat, 13 Maret 2026
Koran Jogja

EO Yogyakarta Tingkatkan Sinergi Lewat Backstagers DIY Untuk Perkuat Ekosistem Kreatif

EO Yogyakarta Tingkatkan Sinergi Lewat Backstagers DIY Untuk Perkuat Ekosistem Kreatif. (Ist)
EO Yogyakarta Tingkatkan Sinergi Lewat Backstagers DIY Untuk Perkuat Ekosistem Kreatif. (Ist)

Yogyakarta, Koran Jogja – Pemilik Event Organizer (EO) di Daerah Istimewa Yogyakarta yang tergabung dalam Backstagers Indonesia Event Management Association terus berupaya meningkatkan sinergi dan kolaborasi. Salah satu target yang ingin dicapai adalah membuka akses terhadap dana pemerintah untuk berbagai kegiatan event.

Upaya tersebut dilakukan dengan mendorong para pelaku EO memiliki legalitas usaha. Hal ini dinilai penting karena menjadi persyaratan wajib untuk dapat bekerja sama dengan pemerintah maupun perusahaan swasta.

Hal itu disampaikan salah satu formatur Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Backstagers DIY, M. Joenalis, saat acara buka bersama dan pembagian bingkisan kepada 50 pekerja lepas (freelance) event pada Rabu (11/3) sore di Prime Gejayan, Depok, Sleman.

“Backstagers adalah asosiasi yang menaungi pekerja event di seluruh Indonesia dan sudah tersebar dari Aceh sampai Papua. Tercatat sudah ada 28 DPD,” kata Joenalis, pemilik Platino Event, Kamis (12/3).

Menurutnya, keberadaan Backstagers menjadi langkah penting untuk mendorong sinergi serta kolaborasi antar pelaku industri event guna memperkuat ekosistem industri kreatif di Yogyakarta.

Melalui sinergi dan kolaborasi tersebut, akan terbentuk ruang belajar bersama agar industri event di daerah terus berkembang. Lewat forum ini, para pelaku EO juga dapat saling berbagi pengalaman sekaligus meningkatkan kualitas profesional.

“Sehingga terbentuk sebuah ekosistem event di mana industri event akan jauh lebih baik lagi. Saat kita pitching mungkin kita bisa menjadi kompetitor, tetapi dalam forum seperti ini kita harus bersinergi bersama,” terangnya.

Terkait pembagian bingkisan bagi para pekerja lepas, Joenalis menyebut kegiatan tersebut merupakan program dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Backstagers. Pada Ramadan tahun ini, ribuan paket bingkisan dibagikan kepada para pekerja event di berbagai daerah.

Ia menegaskan, bingkisan tersebut tidak dilihat dari nilai materinya, melainkan sebagai bentuk solidaritas para pemilik EO untuk berbagi serta meringankan beban kebutuhan para pekerja lepas menjelang Idulfitri.

“DPD Backstagers saat ini memang belum memiliki pengurus. Namun kami menargetkan pada April nanti sudah terbentuk kepengurusan,” jelasnya.

Sementara itu, formatur DPD Backstagers lainnya, Yury Apreto dari Primestar Indonesia, mengatakan kehadiran asosiasi ini juga menjadi sarana bagi pelaku event untuk belajar mengurus legalitas usaha.

Menurutnya, legalitas menjadi syarat utama agar pelaku EO dapat mengakses pekerjaan dari lembaga pemerintah maupun perusahaan swasta.

“Kita di DIY ingin memiliki akses ke lembaga atau institusi pemerintah untuk bisa menggarap acaranya. Tanpa legalitas, kita tidak akan mendapatkan pengakuan dari pemerintah,” ujarnya.

Salah satu pekerja lepas event, Iksan, mengaku bersyukur atas bingkisan yang diberikan menjelang Idulfitri. Ia menilai bantuan tersebut cukup membantu di tengah sepinya kegiatan event selama bulan Ramadan.

“Saya hanya berharap selepas Idulfitri nanti akan banyak event yang diselenggarakan di Yogyakarta, bahkan hingga ke luar daerah,” ujarnya.

Ia menambahkan, banyaknya penyelenggaraan event, baik dari pemerintah maupun swasta, akan membuka peluang kerja bagi para pekerja lepas sekaligus membantu menggerakkan perekonomian masyarakat.

Selain Joenalis dan Yury, tim formatur DPD Backstagers DIY juga terdiri dari Radita Kus Hartono (Sky Ent), Adhimas Kencana S (Kencana Live), dan Martinus Dharmaraditya (Sembilan Communication). (rls)

Leave a Reply