Selasa, 27 Januari 2026
Koran Jogja

Ideologis Dalam Penguasaan Sains Menjadi Benteng Ketahanan Bangsa

 

Yogyakarta, Koran Jogja – Kepala Badang Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi menyatakan kesadaran historis dan kecakapan ideologis penting di tengah pengusahaan ilmu pengetahuan sains.

Kedua hal inilah yang akan menjadikan sains sebagai benteng pertahanan bangsa.

Hal ini dipaparkan Yudian saat mengisi kuliah umum berjudul ‘Pancasila sebagai Pondasi Unggul dan Indonesia Maju’ di Universitas Syiah Kuala Kota Banda Aceh.

“Perkembangan teknologi produksi mutakhir, yang mengawinkan berbagai inovasi sains terkini seperti machine learning atau artificial intelligence, telah menciptakan disrupsi dalam berbagai bidang,” ucapnya, Selasa (15/3).

Kecakapan sains dan antisipasi terhadap perubahan yang ditimbulkannya akan sangat menentukan bagaimana bangsa Indonesia memiliki kendali dan arah perubahan sesuai cita-cita pendiri bangsa.

Yudian menyatakan Generasi muda sebagai bagian besar dalam demografi penduduk Indonesia harus mengembangkan kecakapan sains ini untuk memastikan jalan kemajuan bangsa tersebut.

“Penguasaan sains merupakan keberlanjutan dari ajaran para ulama masa lalu,” lanjut Yudian.

Ia mengingatkan betapa pentingnya menumbuh-kembangkan kesadaran historis dan kecakapan ideologis.

Kesadaran historis penting agar bangsa Indonesia tidak terjebak dalam kekosongan.

“Bangsa-bangsa di dunia, termasuk di Aceh sendiri, menunjukkan bahwa kesadaran sejarah memainkan peran penting. memelihara dan mengembangkan Pancasila sebagai warisan nilai luhur bangsa juga adalah bagian dari kesadaran bersejarah,” katanya.

Menurutnya, Pancasila merupakan bekal utama bagi bangsa Indonesia menuju sistem pendidikan yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan dan pendalaman keagamaan yang tujuan akhirnya meningkatkan keyakinan hidup bersama sebagai suatu bangsa dalam menjamin keamanan dan mewujudkan kesejahteraan.

Rektor Universitas Syiah Kuala, Marwan, menyampaikan pengamalan nilai-nilai Pancasila menjadi syarat agar bangsa Indonesia menjadi bangsa yang besar dan berkarakter.

Pihaknya mendukung pembinaan Pancasila pada 32 ribu mahasiswanya melalui pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.

“Apabila pembangunan karakter tidak berhasil, Indonesia sulit menjadi bangsa besar. Menghidupkan kembali karakter sesuai dengan nilai-nilai Pancasila merupakan jalan terbaik mengubah Indonesia menjadi bangsa maju dengan sumber daya manusia yang lebih unggul”, ungkap Marwan. (Set)

Leave a Reply