Sleman, Koran Jogja – Satu rumah kosong di Plosokuning, Desa Minomartani, Nganglik, Sleman hancur usai petasan yang disimpan di dalamnya meledak. Polisi menemukan sisa-sisa tiga unsur yang selama ini menjadi bahan utama peledak.
Ledakan yang terjadi Jumat (22/4) pukul 07.45 WIB ini mengkagetkan warga. Sebanyak delapan rumah mengalami kerusakan parah berupa plafon ambrol maupun kaca jendela pecah. Dikabarkan suara ledakan terdengar hingga radius dua kilometer.
Ketua RT Iwan Triyantoro yang tinggal 100 meter dari TKP mengatakan dirinya usai mendengar ledakan pertama dirinya langsung keluar. Menurutnya ledakan pertama adalah seperti peringatan saja.
“Lalu disusul dua ledakan lagi, sehingga total ada tiga ledakan. Ledakan kedualah yang paling terbesar,” ujarnya.
Akibat ledakan tersebut, rumah tersebut hancur. Dari pengamatan lapangan, di lokasi tidak ada bagian bangunan yang berdiri.
Iwan menyatakan kayu usuk atap rumah itu sampai terangkat dan menembus rumah sebelah. Genteng dan seng berhamburan.
Iwan memperkirakan kerusakan mencapai radius 20 meter. Total tujuh rumah rusak, termasuk tiga rumah di sebelah rumah tersebut yang mengalami rusak parah. Kaca-kaca rumah-rumah itu pecah dan plafonnya ambrol.
Dirinya hanya mengetahui bahwa rumah itu tempat menyimpang bahan peledak. Di Plosokuning menjelang lebaran menjadi tradisi menyalakan mercon.
Informasi yang diterimanya ada bahan peledak sebanyak tiga kilogram dan beberapa meter mercon.
“Kayaknya ledakan disebabkan pendeknya jarak atap yang berbahan asbek. Sehingga mudah panas dan menyebabkan mudah terbakar,” jelasnya.
Wadanden Unit Jibom Datasemen Gegana Satbrimob Polda DIY, AKP Suripto mengatakan usai mensterilisasi TKP timnas menemukan tiga bahan dasar bahan peledak yaitu sulfur, klorat (senyawa klorat KclO3), dan bubuk arang.
“Jika diramu dan diracik akan menghasilkan ledakan rendah (low eksplosif) dan berbahaya. Sifat low eksplosif sangat berbahaya jika dikenai suatu aksi berupa panas dan gesekan. Karena akan menghasilkan tekanan tinggi,” kata Suripto.
Sementara ini, pemicu ledakan diperkirakan karena panas. Namun ada juga kemungkinan disebabkan adan gesekan dari hewan.
Dilihat dari dampak ledakan, Suripto memperkirakan ada sebanyak satu sampai empat kilogram bahan yang disimpan.
“Berdasarkan hasil temuan, disitu tempat untuk meramu dan meracik. Bukan bahan pokok yang sudah jadi. Disitu ada proses pencampuran, peramuan ketiga bahan tersebut,” lanjutnya.
Secara keseluruhan, ketiga bahan itu habis karena ledakan dan petugas Gegana hanya menemukan sampel dalam di bungkusnya saja.
Artinya ketiga bahan ini hampir semuanya sudah dicampur alias berbentuk mercon yang sengaja disiapkan untuk lebaran nanti.
“Sebagaian besar ketiga bahan habis karena ledakan. Namun ditemukan mercon yang terangkai dan menjadi barang siap diledakan. Info sementara ketiga bahan ini didapatkan online,” lanjutnya.
Kapolsek Ngaglik Kompol Anjar Istriani mengatakan telah memeriksa lima saksi terkait ledakan yang menghadirkan kerusakan parah pada tujuh rumah.
“Tidak ada korban jiwa, hanya rumah yang keadaan hancur total karena dua ledakan yang besar. Ini rumah kosong milik Munadi yang menjadi ruang penyimpanan petasan yang sudah dirakit oleh salah satu warga di sini,” katanya di lokasi. (Set)