Selasa, 27 Januari 2026
Koran Jogja

Selama PPKM Darurat, Sultan Minta Rakyat Tidak Egois

 

Yogyakarta, Koran Jogja – Gubernur Sultan Hamengku Buwono X meminta masyarakat tetap tinggal di rumah dan tidak egois selama pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurar pada 3-20 Juli.

“(Kebijakan) ini bertujuan membatasi mobilitas masyarakat yang selama ini agak sulit dan bagiamana masyarakat punya kesadaran, kemauan agar tidak egois dengan tidak keluar rumah,” kata Sultan, Jumat (2/7).

Sesuai rapat kordinasi dengan Bupati/Walikota, Sultan menyatakan selama PPKM Darurat seluruh ruang publik seperti objek wisata dan ruang seni ditutup sementara.

Langkah ini sebagai upaya membatasi kegiatan dan menghindari terciptanya kerumunan masyarakat.

Mengenai ketersediaan anggaran pendukung PPKM Darurat, Wakil Ketua DPRD Huda Tri Yudiana memastikan ketercukupannya hingga dua bulan kedepan.

“Ada Biaya Tak Terduga (BTT) sebesar Rp90 miliar untuk mendukung PPKM Darurat. Dana ini selain untuk pelaksaan 3T, juga diperuntukkan memperkuat pelayanan di RS dan penegakan aturan oleh petugas,” kata Huda.

Memang berbeda dengan pelaksaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang lalu, dimana Pemda telah mengeluarkan Rp400 miliar selama tiga bulan untuk jatah hidup (jadup) q60 ribu KK.

“Kalau untuk menyelengarakan jadup lagi di masa PPKM Darurat, Pemda sudah kehabisan uang,” tegasnya.

Wakil Walikota Heroe Poerwadi di kesempatan yang sama juga menegaskan, kawasa Malioboro tidak ditutup. Namun aktifitas dibatasi sesuai ketentuan.(set)

Leave a Reply