Yogyakarta, Koran Jogja – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) memuji kinerja Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto atas tersalurkannya dana insentif bagi tenaga kesehatan.
Dari sisi pemerintah, IDI melihat ini langkah nyata pemerintah dalam keberhasilan penanganan pandemi Covid-19.
Lewat siaran persnya yang diterima Minggu siang (22/5), Ketua Umum PB IDI 2022-2025 Adib Khumaidi mengapresiasi perhatian dan dukungan pemerintah pada tenaga medis yang sudah berjuang selama dua tahun.
“Khususnya kepada Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), Airlangga Hartarto yang memperjuangan penyaluran insentif Covid yang kepada tenaga kesehatan sebagai garda terdepan,” katanya.
Adib menyatakan di akhir 2021, dari anggaran insentif yang disediakan pemerintah sebesar Rp98 triliun sudah tersalurkan lebih dari 83 persen.
Saat ini pemerintah juga tengah melanjutkan pemberian insentif anggaran 2022 senilai Rp12 triliun.
Tidak hanya itu, mewakili seluruh tenaga medis se-Indonesia, Adib menyambut baik kebijakan pemerintah memperpanjang waktu insentif pajak terhadap barang untuk penanganan pandemi Covid-19 dan pajak penghasilan (PPh) bagi tenaga kesehatan hingga 30 Juni 2022.
“Kesuksesan penanganan pandemi tidak hanya karena rekan-rekan yang telah bekerja keras di garis depan. Namun juga hadirnya kebijakan yang mendukung dari pemerintah,” lanjutnya.
Merilis data www.nakes.laporcovid19.org, Adib mengatakan sepanjang pandemi ada 2.087 tenaga kesehatan yang gugur. Jumlah ini meliputi 751 orang dokter, 670 orang perawat, 398 bidan disusul tenaga kesehatan lainnya.
Satgas Covid-19 menyatakan sampai dari Maret 2020 sampai 15 Mei 2022 kemarin, tercatat jumlah kasus Covid-19 dikonfirmasi sebanyak 6.050.776 kasus positif dengan 5.889.534 kasus sembuh.
Jumlah kasus aktif Covid-19 mengalami penurunan yang signifikan yakni 4.784 kasus aktif dengan total meninggal dunia sebesar 156.458 kasus.
Capaian vaksinasi juga dinilai melegakan karena target nasional hampir tercapai target nasional sebesar 208 dosis vaksin. Angka tervaksinasi dosis pertama sebanyak 199 juta, dosis kedua 166 juta, dan vaksin booster (vaksin ke-3) mencapai 42 juta.
“Seperti halnya pemerintah, mewakili rekan-rekan tenaga medis. Kami tetap meminta masyarakat menjalankan protokol kesehatan dan melakukan booster. Ini agar kasus Covid-19 terus terkendali,” pungkas Adib. (Set)
